Korban Bencana di Lebak Pertanyakan Realisasi Huntap

Sejumlah warga korban bencana alam banjir bandang dan longsor awal 2020 di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten masih tinggal di huntara dan menunggu kepastian pembangunan hunian tetap (huntap) - foto Ant

LEBAK – Sejumlah warga korban bencana alam banjir bandang dan longsor, yang terjadi di awal 2020, di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, berharap pemerintah segera merealisasikan janji pembangunan Hunian Tetap (huntap).

Mereka berharap segera bisa memiliki rumah yang layak, aman, dan nyaman. “Kita bersama keluarga masih tinggal di rumah Hunian Sementara (Huntara),” kata Eno Suganda (45), warga Kampung Tangguh, Kabupaten Lebak, Kamis (8/4/2021).

Masyarakat korban bencana alam, yang terjadi di awal 2020 di Kabupaten Lebak tersebut, hingga kini masih banyak yang menempati huntara. Tercatat yang tinggal di huntara Kampung Tangguh, Kecamatan Sajira, saat ini ada 61 Kepala Keluarga. Kehidupan mereka dalam kondisi tidak layak, karena tinggal di huntara yang kecil dan pengap. “Kami berharap pembangunan rumah huntap dapat direalisasikan tahun ini,” tandasnya.

Saat ini, masyarakat korban bencana tersebut, menurut Eno, mendambakan dapat direlokasi ke tempat yang lebih aman, dengan diberikan bantuan rumah huntap. Jika kelamaan tinggal di huntara, merasa tidak betah, karena selain kondisinya tidak layak, mereka juga menempati lahan milik desa.

Semua warga yang tinggal di huntara Kampung Tangguh, yang dibangun lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), berasal dari Desa Sukarame. Bencana banjir bandang di desa itu mengakibatkan puluhan rumah hilang dan rusak berat akibat diterjang banjir bandang. “Kami merasa senang jika rumah huntap di tempat relokasi baru itu dibangun,” katanya.

Sudin (40), warga Lebak Gedong, Kabupaten Lebak mengaku hingga kini menunggu kepastian pembangunan huntap. Dan masih berharap untuk direlokasi ke tempat yang aman dan nyaman. Selama ini, dirinya bersama keluarga menempati Huntara I Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong, yang beripa gubuk tenda dengan kondisi tidak layak huni. Daerah tersebut memiliki curah hujan cukup tinggi, sehingga kerapkali kebocoran. Dampaknya, ana yang masih balita kini sakit. “Kami berharap adanya kepastian untuk huntap agar bisa tinggal di tempat yang layak dan sehat,” katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, pemerintah daerah masih  berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk merealisasikan pembangunan rumah huntap.

Pembangunan huntap ditargetkan di 2021, dengan jumlah 378 unit, bisa diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor. Bencana alam di Kabupaten Lebak 1 Januari 2020 itu mengakibatkan sembilan orang meninggal, puluhan infrastuktur rusak berat hingga ratusan rumah hilang dan ribuan warga mengungsi. “Kami berharap secepatnya huntap itu dibangun dan bisa ditempati warga yang terdampak bencana alam itu,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...