Korban Pergerakan Tanah di Cianjur Berharap Kepastian Relokasi

Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman, saat bertemu dengan pengungsi pergerakan tanah di Desa Batulawang beberapa waktu lalu, menjanjikan segera merelokasi warga yang terdampak pergerakan tanah - Foto Ant

CIANJUR – Ratusan warga korban pergerakan tanah di dua kampung di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, hingga Senin (5/4/2021), masih bertahan di pengungsian. Mereka masih menunggu kepastian tempat relokasi, yang sudah dijanjikan pemerintah daerah setempat.

“Hingga saat ini tercatat 326 kepala keluarga di Kampung Sindanglangu dan Kampung Lembur Warung, Desa Butulawang, masih mengungsi karena terdampak pergerakan tanah yang terus meluas dan semakin dalam, bahkan rumah yang terdampak mulai ambruk satu per satu,” kata Kepala Desa Batulawang, Nanang Rohendi, Senin (5/4/2021).

Tercatat sudah satu bulan lebih, warga menunggu kepastian dari Pemkab Cianjur, untuk proses relokasi. Tercatat ada warga di dua kampung tersebut dan masih ada dari empat kampung lainnya, yang terdampak pergerakan tanah, yang sempat diwacanakan direlokasi ke perkebunan milik PT NMP dan belum mendapat titik temu. Sehingga warga berharap segera direalisasikan.

Sebagian besar warga sudah mulai jenuh, dan tidak dapat bebas beraktifitas selama tinggal di pengungsian. Sementara sebagian kecil warga menumpang di rumah warga atau sanak saudaranya.”Untuk pendataan awal, ada 83 rumah yang harus segera direlokasi karena kondisinya sudah rusak berat,” katanya.

Hingga saat ini, pihak pemerintah desa masih mendata rumah lainnya, yang ada di empat kampung yang menjadi prioritas, untuk segera direlokasi. Sambil menunggu lokasi relokasi yang sudah diajukan milik PT NPM, yang tidak jauh dari perkampungan yang terjadi pergerakan tanah.

Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan mengatakan, pihaknya berusaha mendorong instansi terkait agar relokasi dapat secepatnya dilakukan, karena sebagian besar warga sudah jenuh menunggu kepastian. Namun hingga saat ini, belum ada jumlah pasti warga yang harus segera direlokasi. “Untuk pendataan kewenangan desa dan kecamatan, setelah datanya valid kita ajukan ke PUPR, saat ini kami masih menunggu berapa banyak yang diprioritaskan untuk direlokasi, harapan kami segera dilakukan karena warga sangat berharap,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...