Lebaran CDN

Kota Semarang Uji Coba PTM Tahap II, Ini Syarat Pengajuan Sekolah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG – Dinas Pendidikan Kota Semarang akan menambah jumlah sekolah peserta, dalam uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap II, yang akan digelar pada 26 April – 7 Mei 2021. Jika pada tahap I, yang berlangsung pada 5-16 April 2021 hanya diikuti empat sekolah, kini kesempatan dibuka seluas-luasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat dihubungi di Semarang, Jumat (23/4/2021). Foto Arixc Ardana

“Berkaca dari dari keberhasilan uji coba tahap I, sekaligus menjadi sekolah percontohan pelaksanaan PTM secara terbatas, pada tahap II, kita buka kesempatan bagi sekolah untuk jenjang SD dan SMP untuk mengajukan izin jika sudah siap menggelar PTM, termasuk dari sekolah swasta,” papar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat dihubungi di Semarang, Jumat (23/4/2021).

Dijelaskan, untuk dapat mengikuti uji coba PTM tersebut, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sekolah.

“Pertama, sarana prasarana pendukung prokes harus sudah siap. Termasuk di dalam kelas, misalnya meja harus diberi pembatas, ada jarak antar meja. Kemudian di masing-masing kelas, ada tempat cuci tangan, jadi sebelum masuk, siswa harus cuci tangan terlebih dulu,” terangnya.

Kemudian, dari segi pendidik atau guru dan tenaga kependidikan, harus sudah divaksin covid-19. Setidaknya, 80 persen dari jumlah yang ada. “Pemkot Semarang sudah mendorong guru, sebagai prioritas peserta vaksin covid-19, sehingga syarat ini seharusnya tidak menjadi persoalan, karena setiap hari, angka peserta vaksinasi terus bertambah,” terangnya.

Selain itu, dari segi materi pembelajaran, sekolah sudah menyiapkan metode blended learning atau gabungan antara online dan tatap muka, sebab selama pelaksanaan uji coba PTM, jumlah siswa dibatasi maksimal 50 persen per kelas.

“Jadi saat siswa yang masuk mengikuti PTM terbatas, sebagian siswa lain yang di rumah tetap belajar secara PJJ, karena tidak semua masuk. Nanti mereka ini bergantian, jadi metode pembelajarannya harus disiapkan,” ungkapnya.

Tidak kalah pentingnya, setiap sekolah peserta uji coba PTM, juga harus membentuk tim satgas covid-19. Mereka nantinya bertugas untuk melakukan monitoring dan pengawasan, agar pelaksanaan dapat berjalan optimal.

“Pengawasan ini diperlukan, agar seluruh peserta uji coba PTM, baik siswa maupun guru, benar-benar disiplin. Jangan sampai kejadian seperti pada uji coba tahap I terulang kembali, saat lalu masih ada guru yang berkerumun atau tidak menjaga jarak,” tandas Gunawan.

Terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menandaskan, pandemi covid-19 harus disikapi dengan hati-hati, agar tidak menimbulkan klaster baru dalam perkembangannya.

“Untuk itu, perlu kehati-hatian termasuk dalam pelaksanaan uji coba PTM. Saya minta agar sekolah yang akan mengikuti, benar-benar sudah siap. Satgas Covid-19 yang sudah dibentuk di masing-masing sekolah dapat melakukan pendampingan dan pengawasan,” terangnya.

Sejauh ini, dari hasil uji coba PTM tahap I, tidak ada kendala berarti. Semua berjalan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. Saya berharap, hal serupa juga diterapkan pada uji coba tahap II mendatang, sehingga kita memperbanyak sekolah peserta uji coba PTM. Harapannya, pada tahun ajaran baru, Juli mendatang, seluruh sekolah sudah siap melaksanakan PTM terbatas,” tandasnya.

Sejauh ini, sudah ada empat SMP dan delapan SD swasta di Kota Semarang, yang telah mengajukan izin mengikuti uji coba PTM tahap II. Sementara dari sekolah negeri, uji coba tersebut akan diikuti seluruh jenjang SMPN, sedangkan untuk SDN, masing-masing satu sekolah di setiap kecamatan. Pada tahap I lalu, uji coba PTM di Kota Semarang diikuti oleh SMPN 5, SMPN 2, SDN Pekunden dan SDN Lamper Kidul 02 Semarang.

Lihat juga...