Lebaran CDN

Kue Balok, Kuliner Khas Bandung yang Manis dan Mengeyangkan

Editor: Mahadeva

BANDUNG – Kue balok atau banyak orang sunda menyebutkan kue jibeuh, merupakan kudapan manis khas bumi pasundan, yang sudah menjadi hidangan masyarakat setempat sejak tahun 1950an.

Disebut kue balok, karena bentuknya yang menyerupai balok kayu, berbentuk persegi panjang dan tebal. Lalu populer juga dengan nama jibeuh atau singkatan dari hiji oge seubeuh yang artinya satu juga kenyang. “Kalau di Jakarta nama lainnya kue pukis, adonannya-pun sama, dari tepung terigu dan mentega, cuma bedanya kue balok ini ukurannya lebih besar, jadi makan satu-pun kenyang,” ujar Kana, Pedagang Kue Balok di Cimaung, Kabupaten Bandung, Sabtu (17/4/2021).

Yang unik dari kue balok, adalah dari cara pembuatannya. Kue balok dimasak dengan sistem dua pemanasan. Dari bawah dan dari atas. Pemanasan yang di atas menggunakan bara api dari arang.  “Jadi kue itu masaknya sempurna, bagian atas maupun bawah. Karena kalau cuma dari bawah, susah jadi matang sempurna, apalagi ini tebal,” tandas Kana.

Kue balok, kudapan manis khas bumi pasundan yang sudah menjadi hidangan masyarakat setempat sejak tahun 1950 an, Sabtu (17/4/2021) di Cimaung, Kabupaten Bandung – Foto Amar Faizal Haidar

Sekarang, kue balok ini sudah bertransformasi menjadi kue yang kekinian, dengan tambahan aneka rasa, seperti coklat, keju, kacang, dan sebagainya. Dan, dengan aneka toping yang sangat menggugah selera. “Meskipun sudah bertranformasi, saya tetap menjual kue balok original yang padat berbentuk persegi panjang. Pokoknya Si Jibeuh lah,” tukas Kana.

Sementara itu, Farid, salah seorang penikmat kue balok menyebut, tidak sulit menemukan kudapan tersebut di wilayah Bandung Raya. Namun kebanyakan pedagang kue balok berjualan di malam hari. “Karena sasarannya adalah orang-orang yang sedang berkumpul atau nongkrong. Nah yang nongkrong itu kebanyakan malam. Sambil nongkrong enak tuh makan kue balok,” ucap Farid.

Di samping itu, menyantap kue balok akan lebih nikmat jika ditemani secangkir teh hangat atau kopi. Apalagi Kue Balok ini selalu tersaji fresh, hangat dan dadakan. “Yang enak lagi, karena harganya murah, Rp5.000 dapat tiga. Dijamin kenyang, satu aja kenyang apalagi tiga. Intinya makanan ini terjangkau semua kalangan. Malahan bisa dikatakan murah meriah,” pungkas Farid.

Lihat juga...