Lebaran CDN

Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Bandung Diprediksi Menurun Signifikan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Yosep Nugraha saat memberikan sambutan pada acara diskusi pengembangan pariwisata Kabupaten Bandung, Minggu (18/4/2021) di Kantor Disparbud Kabupaten Bandung. dok Amar Faizal Haidar

BANDUNG — Kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat diprediksi akan berpengaruh signifikan terhadap penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bandung.

“Setiap libur lebaran, wisatawan dari luar kota, khususnya Jakarta selalu mendominasi objek wisata di sini, jadi dengan adanya larangan mudik, pasti akan berpengaruh sangat signifikan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Yosep Nugraha saat dihubungi Cendana News, Senin (26/4/2021).

Meski demikian, Yosep menyebut, pihaknya akan berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan lokal untuk berlibur pasca lebaran idul fitri.

“Kita tidak perlu pesimis, kita akan berupaya memaksimalkan wisatawan lokal,” tandasnya.

Yosep juga menegaskan, seluruh objek-objek wisata di Kabupaten Bandung tetap akan buka. Ia pun memastikan, bahwa seluruh objek wisata tersebut telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, yang dapat memberi kenyamanan kepada para pengunjung.

“Protokol kesehatan sudah disiapkan sedemikian rupa dengan sangat disiplin apalagi di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini, kita ikuti ketentuan sebagaimana yang diatur oleh instruksi menteri dalam negeri, gubernur maupun bupati, jadi protokolnya sudah siap,” ungkap Yosep.

Ia pun mengimbau, agar masyarakat Kabupaten Bandung tidak ragu berwisata, karena berlibur tidak dilarang sepanjang protokol kesehatannya dapat diterapkan dengan baik.

“Masyarakat yang tidak mudik kalau ingin rekreasi ke Kabupaten Bandung itu oke-oke saja asal menerapkan protokol kesehatannya dengan disiplin,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Vena Adriawan menambahkan, bagi masyarakat yang ingin berlibur ke Kabupaten Bandung sebaiknya mengunduh aplikasi Bandung EDUN (Enyoyful Destination Unique Nature) di playstore yang pekan lalu baru diluncurkan.

“Aplikasi ini berisi informasi mengenai tempat pariwisata dan kuliner di Kabupaten Bandung. Konten dalam aplikasi Bandung Edun terintegerasi dengan situs, akun media sosial dan Google Map tempat wisata dan kuliner. Jadi bisa memudahkan wisatawan,” jelas Vena.

Sejauh ini memang baru ada 128 tempat pariwisata dan kuliner yang terdapat dalam aplikasi Bandung Edun tersebut.

“Kita masih terus memperbanyak jumlah destinasi wisata dan kuliner di dalam aplikasi Bandung EDUN, Insya Allah angkanya akan bertambah lagi seiring berjalannya waktu. Silakan dimanfaatkan,” pungkas Vena.

Lihat juga...