Kurangi Risiko Bencana, di 2021 BPBD Gunung Kidul Bentuk 13 Destana

Ilustrasi. Bencana tanah ambles di Gunung Kidul - Foto Dok Ant

GUNUNG KIDUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, di 2021 ini menambah 13 Desa Tangguh Bencana (Destana), dalam rangka mendukung mitigasi untuk mengurangi dampak risiko kebencanaan.

Kepala BPBD Gunung Kidul, Edy Basuki mengatakan, saat ini di Gunung Kidul sudah ada 69 Destana. Keberadaanya tersebar di 18 kecamatan. “Hingga akhir 2020, Gunung Kidul memiliki 64 destana yang tersebar di 18 kecamatan. Pada tahun ini, kami akan membentuk 13 destana kembali, dan sudah teralisasi lima, sehingga tinggal delapan yang belum terealisasi. Artinya sampai saat ini sudah terbentuk 69 destana,” jelasnya, Rabu (7/4/2021).

Tujuan diperbanyaknya destana, sebagai komitmen BPPD Gunung Kidul membuat mitigasi bencana, untuk memperkecil potensi dampak kebencanaan di daerahnya. Sepanjang tahun, di Gunung Kidul memiliki potensi bencana tinggi seperti, tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan kekeringan. “Kami ingin memperkecil risiko potensi kebencanaan dan bagaimana masyarakat tanggap dalam menghadapi potensi bencana di masing-masing wilayah. Kami membentuk destana tidak sendirian, karena juga bekerja sama dengan BPBD DIY,” jelasnya.

Mengenai jenis destana, disesuaikan dengan karakteristik dan potensi kebencanaan di masing-masing wilayah. Mayoritas destana di Gunung Kidul, dibentuk untuk mengantisipasi potensi tanah longsor.

Dari 69 destana yang terbentuk, 42 destana di antaranya berada di zona rawan longsor. Sedangkan sisanya, 27 destana dibentuk untuk mitigasi bencana lain  seperti angin kencang, tsunami, dan gempa bumi. “Destana kerawanan tanah longsor masih akan bertambah karena ada dua desa lagi yang dibentuk di tahun ini,” jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biworo Yuswantana mengatakan, pembentukan destana bagian dari mitigasi, untuk mengurangi risiko bencana. Berdasarkan Perda No.5/2019 DIY, tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), di wilayah DIY terdapat delapan kawasan rawan bencana.

Total ada 301 desa yang masuk wilayah rawan bencana, antara lain gempa bumi, tanah longsor, banjir, gunung berapi, tsunami, dan angin kencang. “Dari 301 kelurahan rawan bencana, sudah terbentuk destana di 266 desa di seluruh DIY. Tahun ini akan tambah lagi sebanyak 25 destana,” katanya. (Ant)

Lihat juga...