Lebaran CDN

Lansia di Sikka Mulai Jalani Vaksinasi Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Sesuai surat dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka melaksanakan vaksinasi terhadap para Lanjut Usia (Lansia).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr.Clara Yosephine Francis, MPH saat ditemui di Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere, Rabu (28/4/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Sesuai surat dari Kementerian Kesehatan maka mulai hari ini kita akan laksanakan vaksinasi terhadap para lansia di Kabupaten Sikka,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosephine Francis, MPH saat ditemui di Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere, Rabu (28/4/2021).

Dia menambahkan, dengan adanya surat dari Kementrian Kesehatan tersebut membuat pihaknya pun melakukan vaksinasi terhadap para lansia dengan mengambil tempat di 17 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Sikka. Pihaknya merencanakan sebanyak 750 vial vaksin Sinovac atau sebanyak 1.500 dosis vaksin yang diterima.

“Mulai hari ini kita akan lakukan vaksinasi terhadap para lansia di 17 Puskesmas. Masing-masing Puskesmas ditargetkan melayani maksimal 30 lansia dari total maksimal 50 orang yang dilayani karena sisanya merupakan pelayan publik,” ungkapnya.

Clara menyebutkan, total lansia yang terdata sebanyak 6 ribu dan jumlah tersebut menurutnya tergolong kecil sehingga pihaknya pun selain melakukan vaksinasi terhadap para lansia, juga sekalian melakukan vaksinasi terhadap para pelayan publik.

Sementara itu, Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka melakukan pemeriksaan rapid test massal di sekolah Seminari Bunda Segala Bangsa di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kota Maumere, Rabu (28/4/2021).

Praeses Seminari BSB RD Raymond Minggu kepada media menjelaskan, hasil rapis test terhadap ratusan siswa kelas XII dan kelas X serta pegawai dan guru diperoleh hasil 75 orang siswa terpapar.

Raymond menambahkan, dua siswa sebelumnya juga positif Covid-19 dan menjalani karantina terpusat di Gedung Sikka Convention Center (SCC).

Sementara pegawai dan guru yang positif Covid-19 kata dia sebanyak lima orang ditambah dua guru yang sebelumnya sudah dinyatakan positif.

“Semua siswa yang positif akan menjalani isolasi di sekolah kami karena banyak ruangan yang tersedia. Kami sudah melakukan koordinasi dengan BPBD Sikka dan Satgas Covid-19,” ujarnya.

Raymod menambahkan, rapid test akan dilakukan terhadap seluruh siswa seminari baik tingkat SMP maupun SMA yang jumlahnya mencapai 350 orang serta guru dan pegawai sebanyak 30 orang.

“Besok akan dilaksanakan rapid test lagi terhadap siswa, guru maupun pegawai yang tersisa. Hari ini sudah sebanyak 180 siswa yang telah menjalani rapid test secara massal,” ungkapnya.

Lihat juga...