Lebaran CDN

Larangan Mudik Lebaran Berdampak pada Pelaku Wisata di Banyumas

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Larangan mudik lebaran yang dikeluarkan pemerintah diyakini akan berdampak terhadap pelaku pariwisata di Kabupaten Banyumas. Mengingat kunjungan wisata akan berkurang dan hanya bisa mengandalkan dari wisatawan lokal.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Wakhyono mengatakan, saat ini pihaknya tengah berkeliling melakukan sosialisasi kepada para pelaku wisata supaya bisa tetap melakukan promosi secara maksimal. Namun, ditujukan untuk wisatawan lokal.

“Kunjungan wisatawan berkurang itu pasti, namun masih ada harapan dari kunjungan wisatawan lokal yaitu dari Banyumas sendiri dan dari kabupaten lain di Jawa Tengah, karena untuk kunjungan yang masih dalam satu propinsi bisa tetap dilakukan,” katanya, Minggu, (18/4/2021).

Wakhyono tidak menampik jika larangan mudik lebaran tersebut banyak dikeluhkan oleh para pelaku wisata di Banyumas. Namun, mengingat hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat, maka harus didukung dan laksanakan. “Larangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga Covid-19, sehingga tujuannya adalah untuk kebaikan bersama,” tuturnya.

Ia berharap para pelaku wisata tetap bersemangat dan melakukan upaya untuk menarik wisatawan lokal semaksimal mungkin.

Disebutkan juga, saat ini Dinporabudpar Kabupaten Banyumas sedang gencar melakukan pembentukan dan pendampingan desa wisata. Sudah terbentuk 15 desa wisata, namun, kondisi pandemi membuat desa-desa wisata tersebut tidak bisa ‘panen’ kunjungan dalam libur lebaran nanti.

Menurut Wakhyono, libur lebaran memang tidak panjang karena tidak ada cuti bersama ataupun libur bersama. Namun, tetap ada hari Sabtu dan Minggu setelah lebaran, sehingga liburan tetap berlanjut.

“Lebaran diperkirakan jatuh pada hari Kamis dan Jumat, setelah itu lanjut hari Sabtu dan Minggu, jadi meskipun tidak ada libur atau cuti bersama, masa libur lebaran sudah cukup panjang, sampai empat hari, ditambah Sabtu dan Minggu. Pelaku wisata tidak perlu berkecil hati, tetap ada kesempatan untuk menarik kunjungan wisata,” ucapnya.

Salah satu pelaku wisata di Desa Karangtengah, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Suripto mengatakan, objek wisata mulai dibuka kembali baru sekitar dua bulan lalu. Kemudian memasuki bulan ketiga tertabrak bulan Ramadhan, sehingga dipastikan tingkat kunjungan menurun selama bulan puasa ini.

“Biasanya pelaku wisata mengharapkan dari libur lebaran, setelah sebulan full kunjungan menurun. Tetapi sekarang mudik kembali dilarang, sehingga untuk kedua kalinya di masa libur lebaran kita tidak bisa meraup kunjungan wisata yang lebih banyak,” tuturnya.

Lihat juga...