Lebaran CDN

Larangan Mudik, Polda Metro Awasi Penawaran Jasa Travel Gelap di Medsos

Petugas Kepolisian memeriksa kendaraan di gerbang tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (19/5/2020) - Foto Dok Ant

JAKARTA – Polda Metro Jaya, mengawasi penawaran jasa mudik menggunakan travel gelap, yang ditawarkan melalui media sosial.

“Kami juga sudah menengarai, ada beberapa warga masyarakat yang sudah mulai mengiklankan dirinya bisa membawa pemudik melalui media sosial,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, di Kantor Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (26/4/2021).

Sambodo mengatakan, jajarannya sudah banyak belajar dari penyekatan mudik pada tahun sebelumnya. Personel Ditlantas juga sudah memahami berbagai modus pemudik, yang nekat menerobos kebijakan larangan mudik pemerintah.

Pihaknya akan memeriksa dengan seksama, seluruh kendaraan yang akan masuk maupun keluar dari wilayah hukum Polda Metro Jaya. Hal itu untuk memastikan, kebijakan larangan mudik bisa terlaksana dengan optimal. Pengalaman modus-modus operandi dari para pemudik terdahulu antara lain, naik travel gelap, naik sepeda motor, naik di dalam ambulans, sembunyi di bagasi bus, sembunyi di toilet bus, naik ke bak truk. “Semuanya akan kira periksa,” kata Sambodo.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub), telah menerbitkan Peraturan Menteri (PM) No.13/2021, tentang Pengendalian Transportasi selama masa Idul Fitri 1442 Hijriah. Hal itu dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.

Pengendalian transportasi tersebut dilakukan melalui larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi untuk semua moda transportasi. “Yaitu moda darat, laut, udara dan perkeretaapian, dimulai pada tanggal 6-17 Mei 2021,” kata Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati. (Ant)

Lihat juga...