Lebaran CDN

Lauk Pauk Serba Rp3.000 Ceu Oneng Banjir Pembeli

Editor: Koko Triarko

BANDUNG – Hampir setiap sore menjelang waktu berbuka puasa, warung makan Ceu Oneng di depan kantor Desa Patrolsari, kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, kebanjiran pembeli. Bukan hanya karena rasanya yang enak, tapi lauk pauk yang dijual Ceu Oneng harganya sangat murah. Itulah yang membuat para pembeli memburu lauk pauk yang dijualnya.

“Semua masakan memang saya jual serba Rp3.000, mulai dari tempe orek, urab, tumis usus, tumis leunca, kentang balado dan sebagainya. Kecuali ayam, kalau itu harganya Rp6.000 per potong,” kata Ceu Oneng, saat ditemui di warung nya, Kamis (29/4/2020).

Ceu Oneng bersyukur, karena hampir setiap hari di bulan Ramadan, dagangannya selalu habis, bahkan dalam waktu 2 jam saja.

Ceu Oneng (tengah), saat melayani pesanan pembeli di warung makan miliknya di desa Patrolsari, kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Kamis (29/4/2021). –Foto: Amar Faizal Haidar

“Saya kan buka mulai jam 3 sore, nah biasanya jam 5 itu sudah habis semua. Alhamdulillah, memang kalau setiap bulan Ramadan selalu ramai seperti ini,” tukas Ceu Oneng.

Meski menjual lauk pauk dengan harga yang murah, Ceu Oneng menyebut keuntungan yang didapatkannya secara keseluruhan cukup besar.

“Rata-rata untung bersihnya bisa sampai Rp500 ribu per hari. Itu sudah dipotong modal bahan masakan dan upah karyawan yang membantu,” tukas Ceu Oneng.

Di tempat yang sama, Eka (28), salah seorang pembeli di tempat itu menilai masakan Ceu Oneng memang enak. Ia pun menyebut, lebih memilih membeli lauk pauk di warung Ceu Oneng daripada harus memasak.

“Udah enak, murah dan banyak lagi. Rp3.000 saja itu sudah cukuplah. Dibanding masak, mending beli, ngga repot. Jadi, di rumah cuma siapin nasi aja,” kata Eka, warga Desa Pinggirsari, Arjasari tersebut.

“Kalau tidak mau kehabisan, sebaiknya datang dari jam 3, waktu warungnya baru buka, pilihanya pun masih banyak. Sebab, kalau kesorean bisa-bisa kehabisan,” sambung Eka.

Lihat juga...