Lebaran CDN

Legitnya Dadar Gulung Sebagai Penganan Buka Puasa

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BOGOR — Salah satu makanan yang dipilih untuk berbuka adalah dadar gulung karena rasanya yang manis dan tidak terlalu mengenyangkan. Cara membuatnya pun tak terlalu susah, sehingga bisa dibuat sendiri di rumah, jika tak ingin membeli.

Pegiat Kuliner Ina Permana, Foto Dokumentasi Ranny Supusepa

Pegiat kuliner, Ina Permana menyebutkan, pilihan dadar gulung untuk panganan berbuka karena tidak mengenyangkan tapi mengandung karbohidrat.

“Bikinnya tidak susah, bahan bakunya juga tidak mahal dan membuatnya tidak lama. Hanya sekitar 40 menit saja. Tidak mengenyangkan sehingga tidak membuat anak-anak menjadi merasa malas untuk shalat setelah berbuka,” kata Ina saat dihubungi, Sabtu (17/4/2021).

Langkah pertama saat ingin membuat dadar gulung, menurut Ina, yang harus dipersiapkan adalah untinya. Atau yang lebih dikenal dengan inti kelapa, yang dicampur dengan gula merah.

“Di unti ini lah kita tentukan apakah mau dibikin manis sekali atau manis sedang. Kalau memang dalam keluarga tidak terlalu suka manis, artinya jangan terlalu banyak gula merahnya,” urainya.

Pilihan kelapa, ujarnya, harus yang muda, sehingga akan membuat rasa manis yang alami dan tentunya tidak keras.

“Kalau sudah matang, biarkan di tempat terbuka sehingga unti menjadi dingin,” ucapnya.

Langkah selanjutnya, barulah mencampurkan tepung terigu, air dan pewarna suji sebagai bahan kulit.

“Untuk membuat kulit dasar, sebaiknya menggunakan panci teflon. Agar tidak lengket. Jangan terlalu tipis untuk menghindari kulit menjadi sobek,” kata Ina.

Saat kulit sudah terlihat matang, letakkan unti sesuai selera atau disesuaikan dengan lebar kulit dadar. Lalu kulit dilipat seperti lipatan amplop.

“Gampang membuatnya. Yang penting adonan kulitnya itu pas. Sehingga tidak mudah sobek tapi tetap mudah untuk dilipat,” ujar Ina lebih lanjut.

Ina menyebutkan walau dadar gulung umumnya berwarna hijau tapi sekarang sudah semakin banyak kreasi yang dikembangkan untuk membuat dadar gulung menjadi lebih menarik.

“Salah satunya, dengan mengganti warna kulitnya menjadi coklat dengan menambahkan bumbu coklat. Atau dibuat warna-warni sesuai selera pembuatnya. Bahkan ada juga yang sudah mengkombinasikannya dengan vla (red : saus kental yang biasanya digunakan sebagai toping puding). Rasa pun berkembang. Tidak hanya plain tapi juga ada yang kulitnya diberi perisa durian,” pungkasnya.

Lihat juga...