Lebaran CDN

Leptospirosis di Kebumen Telan 7 Korban Meninggal

Editor: Makmun Hidayat

KEBUMEN — Kasus leptospirosis di Kabupaten Kebumen sepanjang tahun 2021 ini sudah menyebabkan 7 orang meninggal dunia. Leptospirosis ditemukan pada 10 kecamatan dan ada 19 orang yang terkena, 7 diantaranya meninggal.

Wakil Bupati Kebumen, Ristawati mengatakan, kasus ini tidak bisa lagi dianggap remeh dan harus mendapat perhatian khusus. Pihaknya meminta agar dinas terkait meningkatkan sosialisasi serta tindak pencegahan terhadap leptospirosis.

“Upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah daerah dan masyarakat. Terutama tindakan antisipasi untuk menekan penularan penyakit yang bisa menimbulkan risiko kematian ini,” katanya, Jumat (30/4/2021).

Wakil Bupati mengintruksikan agar sosialisasi tentang gejala penyakit leptospirosis dan pencegahannya lebih banyak dilakukan melalui forum-forum di desa. Selain itu juga dengan melakukan pemberantasan tikus secara serentak di lingkungan masing-masing.

“Saya harap para kader desa juga bisa melaporkan kepada Puskesmas setempat apabila ditemukan warga yang memiliki gejala leptospirosis, sehingga cepat mendapat penanganan dan tidak ada lagi korban yang sampai meninggal dunia,” tegas Wabup.

Lebih lanjut Ristawati menjelaskan, ada banyak upaya yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegahnya, yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan serta selalu membiasakan diri menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satunya dengan rajin cuci tangan, kemudian menjaga kebersihan makan dan minum serta peralatan masak dapur. Termasuk dengan memastikan menggunakan air bersih untuk keperluan mencuci dan memasak.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kebumen, Dwi Budi Satria mengatakan, leptospirosis disebabkan oleh bakteri leptospira interrogans yang bisa menular dari hewan ke manusia. Urin hewan seperti sapi, babi, anjing dan tikus yang tertular, air atau tanah tercemar merupakan sumber penularan.

Tikus yang mempunyai kesempatan bergerak leluasa merupakan sumber penularan yang paling potensial. Mulai dari area sawah, ladang hingga rumah-rumah penduduk, semua memungkinkan menjadi tempat pergerakan tikus.

Sehingga pencegahan paling efektif, lanjutnya adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, serta menjaga kebersihan diri. Menurutnya peralatan memasak di dapur menjadi sumber penularan yang dominan, selain sudut-sudut rumah yang kurang terjaga kebersihannya.

“Menjaga kebersihan lingkungan rumah merupakan cara paling efektif untuk mencegah leptospirosis. Selesai memasak sebaiknya semua peralatan dicuci bersih dan disimpan dalam tempat yang tertutup, terutama saat malam hari sebelum tidur, pastikan dapur dalam kondisi bersih dan tidak ada makanan yang terbuka,” jelasnya.

Lihat juga...