Lebaran CDN

Lezatnya Oblok Ayam Betawi untuk Berbuka Puasa atau Sahur 

Editor: Mahadeva

Oblok ayam Betawi, menu legendaris sangat cocok disantap untuk berbuka puasa atau sahur, masakan Hajjah Dade Sripuah, warga Jalan Mandala, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (24/4/2021). foto : Sri Sugiarti.

JAKARTA  – Kuliner Nusantara, sangat berragam jenisnya. Salah satu yang bisa dinikmati saat puasa adalah masakan khas Betawi bernama Oblok Ayam. Kuliner berkuah, yang mirip dengan gulai tersebut memiliki cita rasa khas, perpaduan rasa pedas, asam, dan gurih. Sehingga sangat cocok sekali disantap dengan nasi putih hangat untuk menu berbuka puasa ataupun sahur.

Hajjah Dade Sripuah (66), seorang warga Jakarta mengaku, kerap memasak oblok ayam untuk menu makan di rumah sehari-hari. Di kala Ramadan, dia memasak menu berkuah tersebut untuk santapan berbuka puasa dan sahur.

“Oblok ayam ini kuliner Betawi yang legendaris, rasanya lezat dan gurih. Bumbunya kental serasa pakai santan, padahal nggak pakai. Kuah kentalnya karena racikan ragam bumbu rempah,” ujar Dade, saat ditemui Cendana News di rumahnya. Jalan Mandala, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (24/4/2021) sore.

Biasanya, menu oblok menggunakan bahan utama enthok atau bebek. Tapi seiring waktu, masyarakat Betawi memasak menu oblok dengan beralih ke daging ayam. Namun demikian, dari segi rasa tidak ada yang berbeda. Hanya bahan dasarnya saja yang diubah dari bebek ke ayam. “Masakan oblok ini populer di timur Jakarta, daerah Betawi Cakung. Bahannya menggunakan bebek, bercitas rasa pedas dan gurih, kuahnya persis gulai,” ujar ibu empat anak tersebut.

Hajjah Dade Sripuah, menyajikan piring berisi oblok ayam, yang di masaknya ke rumahnya di Jalan Mandala, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (24/4/2021). foto : Sri Sugiarti.

Pergantian dari bebek ke alyam, dipengaruhi oleh susahnya untuk mendapatkan bebek, selain juga karena harganya yang lebih mahal. “Nah, kalau daging ayam mudah nyarinya di warung sayur juga ada, nggak perlu ke pasar. Dan harganya juga masih terjangkau. Jadi sekarang ini lebih banyak oblok ayam, namun cita rasanya tetap dijaga,” ungkap Dade.

Cara memasak oblok ayam sangat mudah. Pertama, haluskan bumbu rempah, seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai merah, kunyit, jahe, lengkuas, ketumbar dan merica. Setelah halus, lalu ditumis bersama daun jeruk, daun salam dan daun sereh. Masak sambil diaduk merata, hingga bumbu matang yang didapati dari aroma wangi.

Selanjutnya, tuangkan daging ayam yang telah dipotong ke dalam wajan berisi tumisan bumbu matang. Lalu aduk merata, dan selanjutnya masukkan air putih sebanyak 400 mililiter. Masak hingga air menyusut, dan aduk sesekali agar bumbu rempahnya merata membalut daging ayamnya.

Saat kuahnya menyusut, beri air asam Jawa, bubuhi gula putih, garam, kaldu jamur. Lalu aduk lagi dan angkat, siap untuk disajikan dipiring sebagai menu buka puasa. “Sengaja saya masak oblok ayam ini sorean, tapi disantapnya setelah salat tarawih. Ini oblok ayam untuk menu sahur juga, jadi nanti jam 03.00 WIB tinggal dihangatkan lagi,”  pungkas Dade.

Lihat juga...