Lebaran CDN

Lima Hari Dibangun TNI, Jembatan Waiwerang Bisa Dilewati

Editor: Mahadeva

LARANTUKA – Dua jembatan, yakni jembatan Waiwerang-Waiburak sepanjang 14,5 meter dan Sausina-Waiwerang 8,5 meter, di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dibangun Satgas Zeni TNI AD. Pembangunan dilakukan sejak Senin (12/4/2021).

“Ini merupakan jembatan bailey pertama yang dibangun TNI AD sejak Senin (12/4/2021) oleh personil Zeni TNI AD,” kata Danramil 1624-02I, Kodim 1624 Flores Timur, NTT, Kapten Inf. Achmad Satyadi Jatmiko, saat meresmikan jembatan di Kelurahan Waiwerang Kota, Jumat (16/4/2021).

Achmad berharap, dengan selesainya pembangunan jembatan darurat, yang bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat, diharapkan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Dengan jembatan tersebut, warga dari Desa Waiburak dan kecamatan lainnya di bagian timur Waiwerang, yang ingin ke Kota tidak mengalami kesulitan lagi. “Adanya jembatan ini membuat warga bisa kembali beraktivitas dengan normal. Semoga bisa dipelihara agar bertahan lama sebelum jembatan baru dibangun pemerintah,” pesannya.

Achmad menhyebut, jembatan tersebut merupakan jembatan gantung, yang bisa menampung beban hingga 10 ton. Sehingga sangat bermanfaat dan bisa bertahan lama bila pemakaiannya sesuai aturan. Dia berharap, hadirnya jembatan dapat meningkatkan perekonomian warga dan aktivitas ekonomi bisa bergeliat kembali, setelah sebelumnya lumpuh akibat bencana banjir bandang.

“Sejak rubuhnya jembatan akibat banjir bandang, kami langsung melakukan upaya supaya warga bisa melintas. Bersama personel Polri kami membangun jembatan darurat dari kayu yang sebelumnya hanya dipakai melintas kendaraan roda dua saja,” terangnya.

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, saat meninjau pekerjaan jembatan menjelaskan, standar pengerjaan jembatan ini selama enam hari, namun diupayakan selesai lima hari.

Personel TNI AD bekerja siang dan malam, sehingga jembatan bisa dipergunakan pada Jumat (16/4/2021), atau setelah lima hari dikerjakan. “Semoga jembatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat yang sebelumnya terkena bencana. Setelah terjadi bencana, panglima TNI memerintahkan agar jembatan yang rusak bisa segera diperbaiki,” pungkasnya.

Lihat juga...