Lebaran CDN

Lima Kapal Vietnam Lakukan Pencurian Ikan di Laut Natuna Utara

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menangkap lima kapal ikan asing ilegal berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara.

Dalam menjalankan aksinya kelima kapal asing tersebut sedikit berbeda dalam modus operandinya. Para pencuri ikan tersebut hanya mengincar cumi sebagai komoditas sasaran.

Mereka ditangkap dalam Operasi Kapal Pengawas Perikanan di bawah komando Direktorat Pemantauan dan Operasi Armada, Ditjen PSDKP.

“Operasi di bawah komando Dirjen PSDKP terdiri dari Hiu Macan Tutul 1, Hiu Macan Tutul 2, Hiu 11, serta Orca 3 di Perairan Laut Natuna Utara dan berhasil mengamankan lima kapal ilegal berbendera Vietnam,” ungkap Antam Novambar, Sekretaris Jenderal KKP yang juga Plt. Direktur Jenderal PSDKP di depan awak media, saat melakukan inspeksi terhadap kelima kapal yang ditangkap tersebut di Stasiun PSDKP Pontianak, berdasarkan rilis yang diterima Cendana News, Senin (12/4/2021).

Antam Novambar, Plt. Direktur Jenderal PSDKP saat melakukan inspeksi terhadap kelima kapal yang ditangkap di Laut Natuna Utara, Senin (12/4/2021). Foto: Dok KKP

Dikatakan, bahwa para pelaku pencurian ikan ini sempat melakukan perlawanan dengan cara melarikan diri dari kejaran aparat namun akhirnya berhasil dilumpuhkan.

Kelima kapal tersebut adalah, KM. BD 93277 (28,6 GT), KM. BD 30925 TS (27 GT), KM. BD 30135 TS (23 GT), KM. BV 99689 TS (27 GT), dan KM. BV 78409 (27 GT). Selain barang bukti berupa kapal, aparat turut mengamankan 28 awak kapal yang semuanya berkewarganegaraan Vietnam.

“Saya memastikan proses hukum akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Antam.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono, menyampaikan bahwa alat tangkap yang digunakan kelima kapal tersebut berupa jaring cumi. Hal ini berbeda dengan yang biasa digunakan oleh kapal Vietnam sebelumnya, yakni trawl  yang menargetkan ikan-ikan dasar (demersal).

“Ini modus operandi yang relatif baru, mereka mengincar komoditas cumi di perairan kita,” terang Pung.

Ipunk, sapaannya, menegaskan, bahwa pengungkapan modus baru ini menunjukkan para pencuri ikan di laut Indonesia memang mengincar sumber daya ikan Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya akan semakin memperketat pengawasan di wilayah-wilayah perbatasan.

“Kami perkuat pengawasan di Laut Natuna Utara, Selat Malaka dan Utara Laut Sulawesi,” jelas Ipunk.

Penangkapan lima kapal ikan asing ilegal ini memperpanjang catatan penangkapan pelaku pencurian ikan di laut Indonesia. Pada tahun 2021, KKP telah melakukan proses hukum terhadap 72 kapal yang terdiri dari 7 kapal berbendera Vietnam, 5 kapal berbendera Malaysia, dan 60 kapal berbendera Indonesia.

Lihat juga...