Lebaran CDN

Lima Klaster Baru Covid-19 Muncul dalam Sepekan Terakhir

Editor: Makmunn Hidayat

JAKARTA — Keabaian masyarakat terkait protokol kesehatan saat pemerintah melakukan relaksasi pada bulan Ramadan, berbuah lima klaster baru Covid-19 muncul dalam sepekan terakhir.

Dirjen Pencegahan Pengendalian dan Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, menyebutkan, dalam sepekan terakhir, sudah ditemukan adanya 5 klaster baru di seluruh Indonesia akibat perilaku abai masyarakat. Yaitu klaster perkantoran, buka puasa bersama, tarawih di Banyumas, mudik di Pati dan takziah di Semarang.

“Kenapa ini disebut abai. Karena masyarakat tidak mengindahkan protokol kesehatan. Misalnya yang terjadi di Banyumas. Karena ada satu jemaah yang sudah positif tapi memutuskan untuk tetap salat tarawih di masjid. Akhirnya, 51 orang dinyatakan positif,” kata Nadia dalam konferensi pers online yang digelar oleh Kementerian Kesehatan diikuti Cendana News, Jumat (30/4/2021).

Nadia menyatakan relaksasi yang diberikan pemerintah terkait bulan Ramadan yaitu untuk melaksanakan ibadah tarawih ataupun takziah akhirnya menimbulkan klaster baru.

“Salah satu kluster yang muncul adalah klaster perkantoran yang masih menggelar tradisi Ramadan seperti buka bersama di kantor sehingga menimbulkan penularan Covid-19,” ujarnya.

Nadia menegaskan acara yang berkaitan dengan ibadah Ramadan tetap boleh dilakukan tapi tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan.

“Karena yang menjadi masalah dalam penyebaran Covid-19 adalah ketidakpatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Bukan masalah mutasi virus atau sudah dan belum divaksinasi,” ujarnya tegas.

Ia menjelaskan, klaster buka puasa bersama ini menjadi penyebab penularan karena makan dan berbicara saat makan bersama memiliki kemungkinan yang lebih besar menularkan dibanding duduk bersama dalam satu ruangan tapi menggunakan masker dan menjaga jarak.

Data Pemprov DKI Jakarta menyatakan terdapat lonjakan hingga ratusan orang hanya dalam satu pekan terakhir. Awalnya pada periode 5 hingga 11 April 2021 tercatat 157 orang positif Covid-19 yang tersebar di 78 perkantoran di ibu kota. Namun dalam sepekan jumlah pasien bertambah menjadi 425 orang di 177 kantor.

“Artinya ada penambahan 268 pasien hanya dalam satu pekan. Tak hanya itu, sebagian besar kasus konfirmasi Covid-19 di perkantoran terjadi pada orang yang sudah menerima vaksinasi,” pungkasnya.

Lihat juga...