Lebaran CDN

Limbah Tembakau di Gempal Jember Timbulkan Bau Menyengat

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER — Bau menyengat dari limbah daun tembakau menggangu permukiman warga di Dusun Gempal, Desa Wonogiri, Kecamatan Sumbersari, Jember. Bau semakin terasa setelah terjadinya turun hujan.

Tuni, warga yang dekat dengan pekarangan tempat penampungan limbah tembakau mengatakan, seringkali dirinya merasa sangat terganggu. Bau dari limbah tembakau berbeda dengan bau tumpukan sampah seperti biasanya.

“Meskipun sering kali jendela maupun pintu sudah ditutup rapat-rapat, bau dari limbah tembakau masih terasa kecium jelas. Parahnya lagi saat angin yang terjadi mengarah ke timur posisi rumah saya berada, semakin terasa sekali,” ujar Tuni kepada Cendana News, di wilayah Dusun Gempal, Rabu(14/4/2021).

Tuni, saat ditemui Cendana News di wilayah Dusun Gempal, Rabu (14/4/2021). -Foto Iwan Feri Yanto

Bau menyengat yang dihasilkan dari limbah tembakau berdampak kepada warga sekitar. Semakin lama mencium bau limbah tembakau, akan terasa pusing secara tiba-tiba.

“Mungkin bagi orang yang bekerja di pabrik tembakau sudah terbiasa dengan bau menyengat yang ditimbulkam dari limbah tembakau. Bahkan bagi sebagian karyawan yang sering kali memindahkan limbah tembakau dari pabrik ke lahan pekarangan di sini,” ucapnya.

Lahan pekarangan yang dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah tembakau merupakan miliki pribadi. Akan tetapi bukan asli warga sekitar Dusun Gempal.

“Sebenarnya tidak salah dari limbah tembakau dari pabrik kemudian dibuang di lahan ini karena milik pribadi. Namun perlu pertimbangan khusus bagaimana dapat mengurangi bau menyengat dari limbah tembakau,” ungkapnya.

Sesekali bila ada kesempatan bertemu dengan karyawan yang bersangkutan, Tuni mengatakan, kedepannya agar limbah tembakau tidak lagi dibuang di pekarangan sini. Mengingat mengganggu warga sekitar.

Terpisah, Febri menyatakan, jarak rumah dengan lahan tempat penampungan limbah tembakau sekitar hampir 50 meter, aroma bau menyengat masih bisa dirasakan.

“Paling sering bau menyengat yang timbul dari limbah tembakau terjadi saat sore hari. Soalnya di waktu sore hari, angin yang terjadi mengarah ke timur,” katanya.

Ia menyebut, tanpa sepengatahuan warga, peletakan limbah tembakau seringkali dilakukan saat sepi warga.

“Hampir dua bulan limbah sampah tembakau ada. Hampir setiap hari volume limbah tembakau bertambah. Kadang kala saat pagi tiba-tiba volume sampahnya bertambah. Tanpa sepengetahuan warga,” ungkapnya.

Lihat juga...