Lebaran CDN

Listrik Enam Desa di Adonara Masih Padam

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Sejak terjadinya banjir bandang dan longsor di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/4/2021) membuat jaringan listrik di 119 desa dan 2 kelurahan pada 8 kecamatan di pulau ini, padam.

“Hingga hari ini masih 6 desa lagi yang listriknya belum menyala,” kata Manajer PLN ULP Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, Theo Adi Caraka, saat dihubungi, Rabu (14/4/2021).

Manajer ULP PLN Cabang Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, Theo Adi Caraka, saat ditemui di Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur, Selasa (6/4/2021). Foto: Ebed de Rosary

Theo menyebutkan, ke 6 desa tersebut yakni Desa Beloto Kecamatan Adonara Timur, Desa Kawela di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Demondei, Ilepati, Woloklibang dan Riangpadu di Kecamatan Adonara Barat.

Ia mengatakan, petugas PLN sedang mencoba melakukan perbaikan jaringan yang rusak akibat terkena pohon tumbang serta longsor dengan menanam kembali tiang dan memasang kabel.

“Akses jalan juga putus sehingga membuat kami kesulitan untuk melakukan pendropingan material ke lokasi. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan yang rusak agar distribusi material ke 6 desa ini bisa lancar,” ungkapnya.

Theo mengakui, pihaknya memang merencanakan dalam waktu seminggu sudah bisa menghidupkan listrik di semua wilayah di Pulau Adonara.

Namun akses jalan yang belum bisa dilewati kata dia, membuat pekerjaan perbaikan harus menunggu pemerintah mengerahkan alat berat, menggusur material yang menumpuk di badan jalan.

“Bila akses jalan sudah bisa dilewati maka dalam satu dua hari ke depan listrik di 6 desa ini bisa segera menyala. Kami sudah berusaha keras menghidupkan listrik saat kantor kami pun mengalami banjir dan mesin yang ada tergenang lumpur,” ucapnya.

Sementara itu, Rahman Tukan Hanafi, Warga Desa Wewit, Kecamatan Adonara Tengah, mengakui sejak Senin (12/4/2021) jaringan listrik di kecamatan semuanya sudah menyala kembali, setelah padam sejak Minggu (4/4/2021).

Rahman mengaku bersyukur, sebab saat mulai menjalani puasa, listrik di desanya sudah bisa menyala sehingga warga tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan informasi mengenai waktu berbuka serta sahur. Baik melalui televisi maupun internet.

“Setelah jaringan listrik sudah berfungsi normal, kami sudah bisa menggunakan internet dengan lebih baik karena sinyal telepon seluler sudah mulai normal kembali. Kita berharap agar beberapa wilayah yang masih terdampak bisa segera dibuka aksesnya,” harapnya.

Lihat juga...