Lebaran CDN

Longsor Terjang Utara Sukabumi, Dua Warga Terluka

Relawan PMI Kabupaten Sukabumi saat meninjau lokasi tanah longsor di Kampung Cigadog, RT 07/03, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jabar - Foto Ant

SUKABUMI – Hujan deras yang mengguyur wilayah utara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan tebing setinggi sekira 30 meter, yang berada di Kampung Cigadog, RT 07/03 longsor. Material longsoran menimpa rumah warga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, akibat longsor tersebut, dua rumah mengalami rusak sedang, dan satu lainnya dalam kondisi terancam. Meskipun tidak ada korban jiwa pada peristiwa bencana tersebut, namun dua orang warga yang merupakan penghuni rumah menjadi korban luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

“Kondisi korban saat ini sudah berangsur membaik dan hanya mengalami luka ringan saat longsor menerjang rumahnya di Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug. Dua warga yang tertimpa material tanah dan bangunan rumahnya yang rusak diketahui bernama Marlita (21) dan Rohayati (38),” kata Staf Penanggulangan Bencana (PB) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, Dikdik Maulana Suparman, Senin (26/4/2021).

Hingga saat ini, pertugas penanggulangan bencana gabungan, dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, TNI, Polri, relawan dan dibantu warga sekitar, sedang melakukan upaya pembersihan sisa puing-puing bangunan yang jebol. Serta membersihkan material tanah longsor, yang menimbun dua rumah tersebut.

Dalam penanganan bencana tersebut, PMI menurunkan sejumlah staf hingga relawan, untuk mengevakuasi korban. PMI juga menyiagakan satu unit ambulans dan perlengkapan pertolongan pertama. “Curah hujan di Sukabumi sampai saat ini masih tinggi dan rawan terjadi kejadian bencana alam, mulai dari tanah longsor, banjir, puting beliung dan lainnya. Maka dari itu, kami mengimbau kepada warga untuk selalu waspada dan antisipasi jika ada potensi terjadinya bencana,” tambahnya.

Dikdik mengatakan, pada Ramadan ini pihaknya menyiagakan personel di beberapa titik daerah rawan bencana, kemacetan, kecelakaan lalu lintas mapun di tempat wisata. Langkah tersebut untuk mempercepat pemberian pertolongan, jika ada laporan berbagai kejadian dan meminimalisasikan dampaknya.

Dalam melakukan berbagai kegiatan, PMI berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD, Dinas Kesehatan, TNI, Polri dan unsur relawan lainnya. selain itu, menyiagakan sejumlah armada seperti ambulans dan lainnya. (Ant)

Lihat juga...