Lebaran CDN

Lontong Padat Pulen Pengganti Nasi Saat Buka dan Sahur

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Lontong dan ketupat menjadi hidangan wajib saat perayaan hari raya Idulfitri. Namun, saat ini pun sudah banyak penjual lontong bermunculan di Kota Purwokerto. Lontong ini banyak diburu sebagai pengganti nasi, baik untuk berbuka atau sahur.

Para penjual lontong banyak ditemukan di pusat kuliner Pratista Hasta Kota Purwokerto. Ada sekitar 4-5 penjual lontong di deretan di pintu masuk Pratista Hasta.

Salah satu penjual lontong, Waryati mengaku sudah berjualan lontong cukup lama, dan pada bulan puasa juga tetap berjualan. Mulai berjualan pada sore hari pukul 15.00 WIB, hingga malam pukul 21.00 WIB. Sebagian besar pelanggannya mengatakan, membeli lontong sebagai selingan pengganti nasi.

Penjual lontong di Pratista Hasta Purwokerto, Waryati, Sabtu (24/4/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Ada yang beli untuk buka atau disimpan untuk sahur, karena lontong saya ini dimasak lama, jadi tahan hingga sahur, bahkan sampai besok siang juga masih bisa dimakan,” tuturnya, Sabtu (24/4/2021).

Terkait lontong yang padat dan mantap tersebut, Waryati mengatakan dalam pembuatan lontong, ia memilih beras yang kualitasnya bagus dan pulen. Sehingga saat dimasak akan mudah menyerap air. Dan, sebagai pembungkus lontong, Waryati sudah mempunyai penyuplai daun pisang yang ukurannya lebar-lebar.

“Sebelum masak, beras yang sudah kita cuci ini direndam terlebih dahulu, kurang lebih 30 menit. Setelah itu baru dibungkus daun pisang dan setiap bungkusnya cukup diisi separuh beras saja. Untuk mengukus lontong, posisinya berdiri, sehingga sebagian bungkusan terendam air,” jelasnya.

Selain pembeli dari ibu-ibu rumah tangga, pelanggan lontong Waryati sebagian juga merupakan penjual kethoprak, tahu telur dan makanan lain yang menggunakan lontong.

Lontong yang mempunyai panjang hingga 15 centimeter dan isinya padat ini, dijual Rp2.500 per biji. Jika membeli pada sore hari, kondisi lontong masih hangat karena baru selesai dimasak.

Salah satu pelanggan lontong Waryati, Eva  mengaku membeli lontong, terutama jika hendak masak opor atau hidangan lain yang dilengkapi lontong. Bahkan, beberapa kali ia sempat menyetok lontong untuk makan sahur.

“Pernah waktu buka puasa, nasi habis dan takut tidak keburu masak nasi untuk sahur, karena harus tarawih dan menyelesaikan pekerjaan lainnya, maka saya beli lontong. Ternyata enak juga untuk sahur, padahal  lauknya hanya ayam serundeng. Karena memang lontong Waryati ini dibuat dari beras yang kualitasnya bagus dan dimasaknya juga lama, sehingga padat dan mantap,” tuturnya.

Lihat juga...