Lebaran CDN

Lurah Jatimakmur Sebut Solusi Penertiban Bangunan Liar Harus Adil

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Lurah Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Atmanto, menegaskan, bahwa solusi dalam mengatasi polemik bangunan liar (bangli) di depan pintu masuk kompleks Duta Indah harus berkeadilan. Adil kepada pedagang dan juga lingkungan.

“Saya sudah tanya ke Ketua RT 06/20, juga selaku pengelola PKL di depan pintu masuk kompleks Duta Indah. Intinya mereka siap jika dilakukan penertiban,” ungkap Lurah Atmanto menanggapi polemik soal bangunan liar, Jumat (9/4/2021).

Berkeadilan maksudnya lanjut Atmanto, bahwa penertiban dilakukan secara menyeluruh, termasuk kios dan bangunan yang ada di sepadan sungai yang melintasi kompleks tersebut.

Menurutnya, bangunan liar di depan kompleks Duta Indah yang diisi oleh PKL tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Tidak hanya setahun dua tahun ini.

Artinya jika pun ada penertiban tentu harus ada relokasi karena ini menyangkut rakyat kecil yang sudah mengandalkan penghasilan dari berjualan di lokasi tersebut.

“Saya baru-baru ini merelokasi bangunan liar yang marak di depan Mas Mitra dekat kantor Kelurahan Jatimakmur. Ada puluhan bangli berdiri di saluran jalan dilakukan relokasi ke lahan kosong bekerjasama dengan BKM Jatimakmur,” tegasnya.

Sebagai lurah imbuhnya, ia tetap memikirkan relokasi PKL. Karena PKL juga usaha warga dan ini menyangkut rakyat kecil. Jika dilakukan pembongkaran karena alasan sepadan sungai, maka ratusan rumah akan terdampak.

“Tidak menutup kemungkinan ada ratusan rumah warga barangkali nambah ke belakang bangunannya yang melanggar garis sepadan sungai,” tandasnya.

Namun demikian ia mengaku, tentunya akan ada dinas terkait seperti DBMSDA dan Perkimtan, juga Satpol PP. Ia menjelaskan, sesuai siteplan bahwa wilayah RT06/20 masuk wilayah perkampungan bukan kompleks Duta Indah.

Ketua RT 06/20, Ahmad Sukowati, selaku pengelola bangunan liar di depan pintu masuk Kompleks Duta Indah, mengakui, belum ada kesepakatan apa pun terkait pembongkaran bangunan liar yang dikelolanya tersebut.

Ketua RT 06/20 Kelurahan Jatimakmur, Pondok Gede, Ahmad Sukowati, saat ditemui Cendana News, Jumat (9/4/2021) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, pernyataan terkait bahwa akan dibongkar setelah lebaran Idulfitri 1442 H,h anya klaim sepihak dari warga kompleks Duta Indah yang berada di RW 15.

“Tidak ada kesepakatan apa pun terkait pembongkaran bangunan liar yang ditempati oleh pedagang kaki lima (PKL) di RT 6/20 di depan pintu masuk kompleks Duta Indah,” ungkap Ahmad Sukowati.

Diakuinya, jika dilakukan penertiban bangunan liar di depan kompleks Duta Indah dengan alasan berada di sepadan jalan tentu memang harus berkeadilan. Semua bangunan yang ada di sepadan Kali Pelayang harus ikut dibongkar.

“Rumit, jika alasan bangunan liar di depan kompleks harus dibongkar karena sepadan Kali Pelayang. Maka tidak hanya bangunan liar di bagian luar, tapi termasuk kios dan rumah penduduk di bagian dalam. Harus ikut dibongkar jumlahnya ratusan. Kenapa semuanya berada di sepadan kali?” tegasnya.

Dia meminta agar warga kompleks Duta Indah tidak mengutak-atik PKL yang sudah puluhan tahun berada di depan pintu masuk Duta Indah. Alasannya lokasi PKL itu sendiri bukan masuk wilayah mereka.

“Alasan apa warga kompleks Duta Indah meminta PKL di depan pintu masuk dibongkar? Karena itu bukan wilayah mereka atau pun milik kompleks Duta Indah,” tegasnya.

Ahmad Sukowati mengakui, bahwa PKL yang berusaha di depan pintu masuk Kompleks Duta Indah dengan bangunan semi permanen memberi kontribusi bagi lingkungan dengan sistem pembayaran sebulan sekali, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp600 ribu. Total PKL ada 50-an orang.

“Jika dikatakan sampai seratusan orang, kemungkinan sampai ke dalam termasuk kios di dalam pintu masuk kompleks,” ujarnya, disaksikan Lurah Jatimakmur, Atmanto.

Lihat juga...