Lebaran CDN

Madiun Perpanjang PPKM Mikro untuk Fokus Larangan Mudik

Rakor kesiapan Lebaran 2021 bersama Panglima TNI dan empat menteri terkait, larangan mudik yang digelar secara virtual di Mapolres Madiun Kota, Rabu (21/4/2021) - Foto Ant

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun  Provinsi Jawa Timur, kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, untuk tahap ke-VI. Kali ini pembatasan yang berlaku antara 20 April sampai 3 Mei 2021, terfokus pada larangan mudik lebaran.

“Pemerintah Kota Madiun melaksanakan Instruksi Mendagri Nomor 9 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19. Pemberlakuan ini tertuang dalam Instruksi Wali Kota Madiun Nomor 9 Tahun 2021,” ujar Wali Kota Madiun, Maidi, Rabu (21/4/2021).

Fokus larangan mudik lebaran, yang ditetapkan oleh pemerintah pusat tersebut, bertujuan untuk semakin mengendalikan penyebaran COVID-19 di Kota Madiun. Ia menilai, selama PPKM mikro diterapkan, terjadi tren penurunan kasus di wilayah Madiun. Bahkan tingkat kesembuhan semakin tinggi. Karena itu, ia meminta warga Kota Madiun yang merantau untuk tidak mudik tahun ini.

“Larangan mudik tetap berjalan. Kalau nanti sampai ada orang dari luar masuk berbondong-bondong ke Kota Madiun, sementara ada aturan pemerintah yang tidak memperbolehkan mudik, ya tetap kita larang. Karena kita punya target kalau bisa 10 hari sebelum lebaran tidak ada masyarakat yang diisolasi, sehingga masyarakat bisa menikmati hari raya meski hanya di rumah,” kata Maidi.

Sesuai Instruksi Wali Kota Madiun No.9/2021, apabila terdapat masyarakat yang melakukan perjalanan lintas provinsi atau kabupaten atau kota, tanpa memiliki dokumen administrasi perjalanan tertentu, maka Pemkot Madiun telah menyiapkan tempat karantina selama 5×24 jam dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Kemudian masyarakat Kota Madiun yang akan melakukan perjalanan tertentu, harus mengajukan dokumen administrasi perjalanan tertentu atau surat izin yang dikeluarkan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 tingkat kecamatan.

Sementara setiap pendatang atau tamu dari luar kota yang melakukan perjalanan tertentu, wajib menunjukkan rapid tes antigen atau PCR dengan hasil negatif yang masih berlaku (maksimal 10 hari) dan atau menunjukkan bukti telah divaksin COVID-19 untuk disampaikan kepada petugas Ketua RT untuk diteruskan ke kelurahan dan Puskesmas. “Mari, utamakan keselamatan diri dan keluarga dengan mematuhi protokol kesehatan dan jangan mudik dulu,” tegasnya.

Dengan mematuhi imbauan pemerintah tersebut, diharapkan kasus COVID-19 di Kota Madiun dapat terus ditekan. Sesuai data, di Kota Madiun kasus COVID-19 hingga Rabu (21/4/2021) mencapai 2.151 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.923 orang di antaranya telah sembuh, 31 orang lainnya masih dalam perawatan, 56 orang isolasi mandiri, dan 141 orang meninggal dunia. Tambahan kasus per Rabu (21/4/2021), konfirmasi baru sebanyak 15 orang, sembuh 11 orang, dan meninggal dunia satu orang. (Ant)

 

Lihat juga...