Mahasiswa UPGRIS Kembangkan Alat Pembunuh Kuman dan Virus pada Benda

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Transmisi virus SARS Cov-2 yang menyebabkan Covid-19 bisa melalui beberapa hal. Salah satunya, melalui tangan yang memegang barang dan benda yang terkontaminasi virus. Barang yang kerap menjadi perantara tersebut seperti uang, telepon genggam atau benda lainnya.

Itu sebabnya, masyarakat disarankan untuk menerapkan protokol kesehatan, utamanya dengan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, selain wajib menggunakan masker dan menjauhi kerumunan.

Di satu sisi, saat ini belum banyak alat yang dapat mensterilkan sebuah benda dari virus Covid-19. Hal tersebut mendorong mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Jarwo Sutopo Paijo, melakukan penelitian terkait sistem otomasi pada ultra violet (UV) box sterilizer, dengan motor stepper dan sensor ultrasonic berbasis arduino.

Rektor UPGRIS, Dr. Muhdi, SH., M.Hum., saat dihubungi di Semarang, Jumat (2/4/2021). –Foto: Arixc Ardana

“Pada prinsipnya UV box sterilizer ini merupakan alat yang bisa digunakan untuk membunuh virus maupun kuman yang menempel pada benda, seperti handphone dan kunci motor maupun pada benda lain,” paparnya, saat dihubungi di Semarang, Jumat (2/4/2021).

Dijelaskan, kemampuan dalam membunuh virus dan kuman tersebut dengan memanfaatkan radiasi ultraviolet, yang merupakan suatu sumber energi dengan kemampuan untuk melakukan penetrasi ke dinding sel mikroorganisme, dan mengubah komposisi asam nukleatnya.

Absorbsi ultraviolet pada DNA atau RNA pada virus dan kuman, menyebabkan mikroorganisme tersebut tidak mampu melakukan replikasi, akibat pembentukan ikatan rangkap dua pada molekul-molekul pirimidin.

“Sel yang tidak mampu melakukan replikasi ini akan kehilangan sifat patogenitasnya. Radiasi ultraviolet yang diabsorbsi oleh protein pada membran sel, akan menyebabkan kerusakan membran sel dan kematian sel, akibatnya virus atau kuman tersebut mati,” tambahnya.

Meski demikian, perlu diperhatikan beberapa mikroba, khususnya bakteri, memiliki sistem metabolik fungsional yang bervariasi dalam mekanisme untuk memperbaiki kerusakan asam nukleat.

“Untuk itu, dengan adanya kemampuan mikroba untuk memperbaiki kerusakan selnya, akan dapat mempengaruhi efisiensi proses desinfeksi. Namun, mekanisme reaktivasi mikroorganisme tersebut dapat diatasi dengan penggunaan dosis UV yang sesuai,” terang Jarwo.

Dirinya mengaku, jika alat yang dibuat tersebut masih dapat dikembangkan untuk meningkatkan hasil performa yang lebih baik.

“Bisa dengan menerapkan pengendalian secara closed loop atau tertutup, sehingga dapat memberikan respons yang dapat memperbaiki kinerja dari alat tersebut. Dapat juga melakukan perubahan pada gearbox dan motor stepper, sehingga memiliki efisiensi yang lebih baik,” terangnya.

Dirinya pun berhadap dalam pengembangan selanjutnya, juga dapat dilakukan pengujian terhadap sampel kuman, dengan melibatkan program studi lain yang berkaitan dengan bidang ilmu tersebut.

“Dengan harapan, alat ini bisa digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

Sementara, Rektor UPGRIS, Dr. Muhdi, SH., M.Hum., yang dihubungi secara terpisah, mengapresiasi alat UV box sterilizer ciptaan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi yang dipimpinnya tersebut.

“Ini menjadi salah satu bentuk pengamalan tri dharma perguruan tinggi. Termasuk dengan melakukan inovasi dan penelitian, yang dapat digunakan untuk memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat,” terangnya.

Alat tersebut nantinya juga akan diujicoba untuk membantu dalam pencegahan penyebaran Covid-19, dalam pelaksanaan perkuliahan tatap muka (PTM), yang akan dilakukan pada Senin (5/4/2021) mendatang.

“Kita juga memiliki GeNose yang akan digunakan untuk melakukan pengecekan bagi mahasiswa yang mengikuti PTM. Sebelum masuk ke lingkungan kampus atau kelas, mereka kita screening dulu. Selain dengan GeNose, juga dengan alat yang sudah diciptakan mahasiswa kita ini. Semua ini menjadi upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19, dalam pelaksanaan PTM mendatang,” pungkasnya.

Lihat juga...