Lebaran CDN

Manfaatkan Tungku dan Kayu Bakar, Masakan Lebih Enak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – “Tinggal di kampung harus bisa banyak hal,” demikian prinsip yang banyak dipegang oleh masyarakat pedesaan. Di tengah keterbatasan akses dan peralatan, masyarakat desa dituntut kreatif agar bisa memanfaatkan bahan-bahan yang ada untuk menunjang kebutuhan, termasuk dalam hal memasak.

Di Kampung Kina Sapuluh, Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masih banyak yang menggunakan tungku dan kayu bakar untuk memasak. Mereka memaksimalkan apa yang disediakan alam.

“Kalau hanya mengandalkan kompor gas kita tidak sanggup belinya. Apalagi kalau masak air, itu kan perlu pengapian yang besar, jadi bisa tekor kalau mengandalkan gas. Intinya pakai kayu bakar lebih hemat,” ujar Pak Emen, warga setempat, Selasa (13/4/2021) di kediamannya.

Pak Emen, warga Kampung Kina Sapuluh, Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung sedang menjemur kayu bakar, Selasa (13/4/2021) di dekat kediamannya. Foto: Amar Faizal Haidar

Pak Emen mengaku bersyukur, lantaran sampai saat ini kayu bakar masih banyak dan tidak sulit dicari di hutan dekat kediamannya. Bila sudah selesai waktu salat Asar, ia beserta sejumlah warga lainnya bersama mencari kayu bakar di hutan.

“Padahal sudah berpuluh-puluh tahun kita cari kayu bakar, alhamdulillah selalu ada saja. Kalau dulu bahkan kayu bakar bisa dijual, sekarang ya cuma untuk digunakan buat masak di rumah saja,” tandasnya.

Sementara itu istri Pak Emen, Ibu Kuraesin, juga menyebut, masakan yang dimasak dengan tungku dan kayu bakar aroma dan rasanya bisa lebih nikmat.

“Ini betulan, saya biasanya rebus atau goreng singkong (sampe) pakai tungku lebih enak dari kompor biasa. Mungkin karena asap dari kayu bakarnya itu,” ucapnya.

Selain itu, Bu Esin juga mengatakan, ada beberapa jenis makanan yang justru harus dimatangkan dengan tungku dan kayu bakar, seperti Surabi Bandung.

“Surabi yang dimasak dengan kompor itu tidak akan seenak yang dimasak di tungku. Coba saja perhatikan penjual-penjual Surabi, pasti pakainya kayu bakar,” pungkas Bu Esin.

Lihat juga...