Lebaran CDN

Masyarakat tak Jujur, Kasus Covid-19 di Sikka Meningkat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Selama bulan April 2021, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan drastis akibat ketidakjujuran masyarakat yang sudah positif Covid-19.

“Orang tersebut sudah mengetahui dirinya positif Covid-19 namun tidak jujur dan tidak menerapkan protokol kesehatan sehingga menularkan kepada banyak orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosephine Francis, MPH, saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan, Jumat (23/4/2021).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosephine Francis, MPH saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan di Kota Maumere, Jumat (23/4/2021). Foto: Ebed de Rosary

Clara menyebutkan, selain pasien positif tidak jujur, masyarakat juga tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat sehingga akhirnya tertular Covid-19 dan harus menjalani karantina.

Dirinya menjelaskan, meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Sikka terutama terjadi di Kampung Nualolo, Desa Bhera, Kecamatan Mego di mana pelaku perjalanan yang positif Covid-19 dari Kupang datang menghadiri upacara kedukaan di kampung tersebut.

“Ini yang menyebabkan warga lainnya pun terpapar Covid-19 dan kita harus melakukan rapid test massal juga melakukan karantina terhadap warga yang tertular,” ujarnya.

Clara menjelaskan, hingga kemarin, Kamis (22/4/2021) sudah sebanyak 115 warga yang dinyatakan positif Covid-19 dan masih menjalani karantina terpusat di Gedung Sikka Convention Center (SCC) sebanyak 45 orang.

Selain itu tambahnya, pasien yang dirawat di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere sebanyak 4 orang, di Gedung Rumah Pemulihan Stunting 15 orang, Kecamatan Lela 1 dan karantina mandiri 50 orang.

“Hingga sekarang jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka sebanyak 761 kasus dan yang sudah sembuh 539 orang. Pasien probable yang meninggal 8 orang dan 3 lainnya meninggal dengan hasil PCR prositif Covid-19,” ujarnya.

Clara menjelaskan, pasien positif Covid-19 terbanyak berumur antara 26 hingga 45 tahun sebanyak 292 orang disusul umur 16 sampai 25 tahun sebanyak 202 orang serta umur 46 hingga 59 tahun berjumlah 127 orang.

“Kita tetap mengimbau agar warga tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jangan karena ada razia penerapan protokol kesehatan baru warga merasa takut, dan menerapkan protokol kesehatan apalagi di desa-desa yang tidak dilaksanakan razia,” ucapnya.

Sementara itu, Lukas Lura salah seorang warga Desa Gera, Kecamatan Mego mengakui, penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari warga di desa masih sangat longgar.

Lukas katakan, pasar-pasar tradisional saja masih banyak dijumpai penjual dan pembeli yang tidak mengenakan masker apalagi pasar besar di beberapa kecamatan yang biasa beraktivitas seminggu sekali.

“Pasar Lekebai yang berlangsung setiap hari Sabtu saja masih dijumpai banyak warga yang tidak mengenakan masker dan berkerumun. Apalagi pasar ini merupakan pasar yang sangat ramai di wilayah barat Kabupaten Sikka,” ungkapnya.

Lihat juga...