Lebaran CDN

Mengenali Tiga Masalah Menyusui

Ecitor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Bagi para ibu yang baru pertama kali menyusui, biasanya muncul beberapa kendala yang berpotensi mengakibatkan terganggunya prosea menyusui. Apa saja kendala tersebut?

Konsultan Laktasi RS Pondok Indah, dr. Meutia Ayuputeri Kumaheri, MRes, IBCLC, CIMI, menyebutkan ada tiga masalah yang biasa dikeluhkan oleh para ibu muda yang datang berkonsultasi padanya.

“Yang pertama itu adalah nursing strike atau mogok menyusu, terkadang dilakukan oleh bayi,” kata dr. Meutia, saat dihubungi, Jumat (30/4/2021).

Jika ini terjadi, dr. Meutia menyebutkan para ibu tidak boleh berhenti menyusui bayinya.

“Teruskan upaya ibu untuk terus menyusui. Lakukan kontak kulit dengan bayi secara intens. Ciptakan lingkungan yang nyaman untuk bayi dan pakaian yang aksesibel. Dan siapkan ASI perah agar kebutuhan asupan ASI bayi tetap terpenuhi,” ucapnya.

Masalah kedua adalah saluran ASI tersumbat, yang biasa terjadi pada awal proses menyusui atau dalam periode hingga satu bulan pertama.

“Kondisi ini bisa terlihat dengan adanya pengerasan di beberapa wilayah payudara, hingga menyebabkan aliran ASI tidak lancar. Untuk mengatasinya, tetap susui bayi karena bayi yang menyusu bisa membantu menghilangkan sumbatan ini. Bisa juga dikombinasikan dengan pemijatan payudara dan pemerahan ASI,” urainya.

Masalah ketiga adalah mastitis atau radang payudara yang disebabkan oleh sumbatan ASI yang tidak tuntas dan membuat tubuh mengenali sumbatan tersebut sebagai peradangan.

“Saat ini terjadi, yang dirasakan ibu adalah demam dan pegal-pegal serta di bagian payudara terlihat memerah. Untuk mengatasinya bisa dilakukan kompres dingin untuk mengurangi nyeri atau berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat anti radang atau antibiotik jika tidak ada perubahan. Selama peradangan terjadi, jangan berhenti menyusui bayi,” urainya lagi.

Jika tiga masalah ini terjadi dalam waktu yang tidak singkat, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga ahli medis agar tidak berlarut-larut.

“Ini terutama pada ibu muda yang jauh dari orang tua. Jadi hanya berdua dengan suami, tidak ada yang bisa diajak berdiskusi. Sebaiknya langsung saja berkonsultasi pada tenaga ahli agar bisa mengetahui langkah apa yang bisa dilakukan,” pungkasnya.

Lihat juga...