Lebaran CDN

Menkominfo: Bencana tidak Hambat Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA –  Dampak banjir bandang di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan jaringan telekomunikasi mengalami kendala dan banyak yang rusak. Namun, tak menghambat Kementerian Komunikasi dan Informasi melanjutkan pembangunan infrastruktur.

“Bencana terjadi tetapi tidak menghambat komitmen dan semangat kita untuk melanjutkan pembangunan infrasruktur telekomunikasi dan informatika di NTT,” sebut Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate saat ditemui di Bandara Gewayan Tanah Larantuka, Flores Timur, Senin (12/4/2021).

Johnny menyebutkan, selain di wilayah Provinsi NTT juga dibangun dan wilayah-wilayah 3 T lainnya di Indonesia pun akan dibangun infrastruktur telekomunikasi dan informatika.

Dirinya juga menyampaikan kedukaan atas musibah banjir bandang di Adonara Kabupaten Flores Timur, Lembata, Alor dan beberapa wilayah kabupaten dan kota di NTT yang menelan korban jiwa.

“Saya ingin melihat asistensi dan dukungan apa untuk membangun kembali komunikasi pada saat darurat,” jelasnya.

Johnny mengatakan, data yang  diperolehnya, dari 2.794 Base Transceiver Station (BTS) di NTT dimana operator selular memiliki 2.638 BTS dan yang terdampak atau masih down 444 operator selular.

Selain itu sebutnya, ada 6 BTS milik Bakti Kominfo  yang masih terdampak sehingga ini menyebabkan komunikasi sulit sekali dan penyebabnya tersedian power suply atau listrik yang terbatas.

“Ada 6 tower yang rubuh dan terseret air dan 170 akses internet ke satelit down dari 1.333 akses internet dan harus diatasi segera,” ucapnya.

Johnny menegaskan, Kominfo sendiri telah mengambil beberapa langkah seperti menyediakan 40 telepon satelit untuk membuka komunikasi darurat.

Selain itu tambahnya, secara bertahap membangun kembali pemanfaatan BTS yang down salah satunya dengan stand by nya power suply sehingga perlu dukungan solar dan bahan bakar.

Ia mengaku datang sebab ingin memastikan pembangunan BTS dalam rangka tranformasi digital tetap dilakukan.

“Ada 421 BTS di 16 kabupaten dan kota di Provnsi NTT yang akan dibangun tahun 2021,” jelasnya.

Johnny berharap pembangunan ini akan memberikan dukungan yang kuat bagi masyarakat NTT dalam rangka mengambil bagian di tranformasi digital nasional

Ia menegaskan, termasuk di Kabupaten Lembata dan semua lokasi terdampak karena pembangunan BTS dilakukan oleh pemerintah dan disaat bersamaan akan dilanjutkan oleh operator selular.

Diriya memaparkan, untuk tahun 2021 dan 2022 ada sebanyak 12.548 desa dan kelurahan akan diselesaikan di mana sebanyak 9.113 oleh Kominfo dan 3.435 oleh operator selular.

“Kita harapkan supaya semangat tetap dilakukan supaya infrastruktur digital tetap dibangun sesuai jadwal walaupun ada bencana yang dialami saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wure, Kecamatan Adonara Barat, Yosep Fernandez menyebutkan, sinyal telepon selular di wilayah Kecamatan Adonara Barat masih belum berfungsi normal karena jaringan listrik masih padam.

Yosep menyebutkan, kondisi ini membuat sinyal telepon selular sering hilang termasuk juga jaringan internet apalagi saat malam hari dengan kondisi gelap gulita.

“Kita berharap agar PLN segera menyelesaikan pengerjaan jaringan listrik yang tersisa di 6 kecamatan yakni Adonara Barat, Adonara Tengah, Adonara dan Wotan Ulumado yang masih padam,” harapnya.

Lihat juga...