Lebaran CDN

Menu Bebakaran Banyak Diminati di Jember

Editor: Koko Triarko

Umar saat ditemui di kawasan Kelurahan Tegal Boto, Kecamatan Sumbersari, Jember, Sabtu (24/4/2021). –Foto: Iwan Feriyanto

JEMBER – Pedagang makanan di Jember setiap malam tidak pernah sepi pembeli. Ada pun menu andalan yang banyak disukai pembeli adalah nasi lalapan dengan lauk yang dibakar.

Pemiliki kuliner bakaran, Nyonya Umar, mengatakan menu favorit pembeli yang datang, yakni menu lauk yang melalui proses pemanggangan. Selain menu bakaran, juga masakan yang hanya digoreng saja.

“Saat ini menu andalan yang banyak diminati, yakni sajian makanan dengan menu bakaran, walaupun menu lain yang tidak dibakar juga ada. Semua menu yang disediakan beragam jenis, dari telur, tempe, cumi, ikan gurami dan lainnya dengan penyajian yang dibakar terlebih dahulu, ujar Umar, kepada Cendana News, di wilayah Jalan Kalimantan, Kelurahan Tegal Boto, Kecamatan Sumbersari, Jember, Sabtu(24/4/2021).

Ia mengaku, awal mula tercetus menu hidangan bebakaran berasal dari inovasi usaha yang dilakukan. Saat pertama kali hanya tempe panggang dan telur panggang saja yang menjadi menu bebakaran saja.

“Menjalani usaha sebagai pedagang makanan sudah saya jalani sejak tahun 2000 lalu. Dirasa menu makanan hampir tidak ada yang berbeda denga pedagang yang ada, maka saya coba membuat menu bakaran. Saat itu saya coba pertama kali lauk tempe, telur dan sosis yang dibakar,”ucapnya.

Menu bakaran mulanya bukan menjadi menu yang utama, melainkan hanya sebagai menu pelengkap. Karena dikhawatirkan selera orang tidak suka dengan lauk yang dipanggang.

“Cara penawaran mengenai lauk bakar pertama kalinya sebagai menu pelengkap saja. Seperti orang pesan nasi lalapan ayam, lauknya saya tambah tempe bakar atau kadang sosis bakar,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, menu bakaran banyak diminati oleh pembeli yang ada.

“Pertama kali sajian menu bakaran itu saya buat sekitar 2015. Setelah berselang beberapa waktu, pengunjung yang datang mulai ramai. Bermodalkan beragam lauk yang ada, seperti tempe, tahu, telur, ikan lele, ikan gurami, sosis, ikan tongkol, daging ayam dipanggang terlebih dahulu,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa Universitas Jember, Budi Aji, asal dari Bekasi menyatakan, pertama kali dirinya merasakan makanan menu lauk yang dibakar saat dirinya menempuh pendidikan di Jember.

“Pertama kalinya saat masih maba, saya diberitahu oleh teman kalau ada kuliner bakaran yang perlu dicoba.  Ternyata setelah dicoba rasanya enak,”ucapnya.

Ia mengaku lebih suka dengan menu ayam bakar, telur bakar dan tahu bakar. “Yang khas itu berasal dari bumbu bakarnya, setelah dioleskan ke beberapa lauk yang siap untuk dibakar. Rasanya berbeda dengan pedagangan makan lain yang ada di sekitar jalan Kalimantan sini,” ungkapnya.

Lihat juga...