Lebaran CDN

Mesin ATS, Ubah Limbah jadi Air Bersih

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai melakukan uji coba pengolahan air bersih menggunakan sistem andrich technical system (ATS). Uji coba itu mulai dilakukan di folder air Aren Jaya Bekasi Timur.

Sistem andrich technical system merupakan karya anak bangsa dan sebelumnya telah dilakukan di DKI Jakarta untuk pengolahan beberapa jenis air seperti air laut atau payau yang diubah menjadi air layak pakai untuk keperluan mandi bahkan untuk keperluan konsumsi.

“Ini sangat potensial untuk dimiliki Pemerintah Kota Bekasi, di saat warga masyarakat kekurangan air bersih, mesin tersebut bisa kita manfaatkan untuk memproduksi air bersih, yang kemudian didistribusikan ke warga masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengaku telah meninjau langsung proses uji coba di Bekasi Timur, Rabu (28/4/2021).

Dijelaskan lebih lanjut, karya anak bangsa tersebut telah digunakan oleh DBMSDA DKI Jakarta, untuk mengolah beberapa jenis air untuk dijadikan lebih layak. Bahkan awalnya dilakukan uji coba mengolah limbah lebih efisien.

Menurutnya, sosialisasi penggunaan mesin pengolahan air bersih menggunakan sistem andrich technical system perlu lebih intensif. Harapannya agar selalu dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Bekasi, terkait air bersih.

“Mesin tersebut bisa menjawab persoalan kebutuhan air bersih dan bisa menjadi solusi bagi keluhan warga masyarakat terhadap kualitas air PDAM Kota Bekasi,” tegasnya

Teknisi mesin penjernih air Rian, mengungkapkan, PH air yang diolah juga bisa di-setting sesuai kebutuhan. Jika kebutuhannya untuk air bersih saja, bisa di-setting agar air memiliki PH 4 sampai 6,5. Dan jika kebutuhannya untuk keperluan konsumsi, bisa di-setting agar PH air tersebut memiliki PH 7 sampai 10.

“Jadi kalau PH bisa kita setting sesuai kebutuhan, jika kebutuhannya hanya air bersih, air tersebut kita olah sampai memiliki PH 4 sampai dengan 6,5. Jika kebutuhannya untuk konsumsi, air tersebut bisa kita olah sampai memiliki PH 7 hingga 10,” tegas Rian.

Diketahui, sistem tersebut dibuat oleh dua ilmuwan PT MJH Lestari Internasional, Andri Oba dan Chairunnas. Teknologi tersebut bahkan diklaim bisa mengubah limbah tinja menjadi air bersih dalam waktu 30 menit.

Sistem tersebut merupakan sistem yang terintegrasi dengan konsep solusi total yang ramah lingkungan, bahkan bisa disebut zero waste. Bisa digunakan sepenuhnya karena sistem kerja teknologi tersebut bahkan juga mampu mengelola tinja dari tangki untuk diberi zat kimiawi dan suspensi udara sehingga membuat materi padatnya bergumpal dan mengambang.

Hasil olahannya adalah clean water yang memenuhi syarat sebagai air bersih dan bisa digunakan sebagai air utilitas, seperti menyiram tanaman, untuk air kolam ikan, dan mengairi sawah.

Lihat juga...