Lebaran CDN

Mudahkan Pelacakan Penyakit, Pelaku Perjalanan Laut Wajib Isi e-HAC

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang, Wilayah Kerja Bakauheni ikut mewajibkan pelaku perjalanan mengisi Electronic Health Alert Card (e-HAC). Suwoyo, koordinator wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilker Bakauheni menyebut e-HAC atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan Electronik memudahkan pelacakan kasus penyakit pelaku perjalanan.

Kewajiban memiliki e-HAC sebut Suwoyo mengikuti addendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19. Tambahan addendum mengenai protokol kesehatan sebutnya pada angka 13. Salah satu aturan mewajibkan pelaku perjalanan laut wajib mengisi e-HAC.

Suwoyo bilang pelaku perjalanan penyeberangan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan. Saat mudik 2021 ia menyebut pelaku perjalanan wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Pelabuhan sebelum keberangkatan.

“Hasil tes negatif Covid-19 akan menjadi persyaratan perjalanan sekaligus mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik yang bisa diunduh untuk memudahkan pelacakan kasus penyakit di tempat tujuan,” terang Suwoyo saat ditemui Cendana News, Jumat (23/4/2021).

Suwoyo, koordinator kantor Kesehatan Kelas II Panjang Wilker Bakauheni, Lampung Selatan memperlihatkan petunjuk pengisian e-HAC, Jumat (23/4/2021). -Foto Henk Widi

Aturan wajib memiliki e-HAC bagi pelaku perjalanan laut sebut Suwoyo sudah lama diterapkan. Namun masih banyak masyarakat yang belum mengunduh aplikasi yang tersedia di Google Playstore tersebut. Setelah pengunduhan pelaku perjalanan bisa mekakukan pendaftaran, pilih HAC domestik untuk pelaku perjalanan antar kota di Indonesia.

Fungsi e-HAC sebut Suwoyo penting untuk memantau kesehatan seseorang. Riwayat gangguan kesehatan yang dialami akan tercatat memudahkan pelacakan di tempat asal dan tujuan. Terlebih dalam form registrasi yang muncul berupa usia, jenis kelamin, negara, nomor identitas, lokasi tujuan, perkiraan waktu, perkiraan waktu kedatangan, kendaraan yang digunakan.

Aturan yang diperketat tentang larangan mudik sebutnya untuk menekan laju Covid-19. Sebelumnya pemerintah melarang mudik pada 6-17 Mei 2021 bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun karena ada kelompok masyarakat yang ingin mudik sebelum dan sesudah waktu yang ditetapkan tersebut pemerintah melakukan aturan ketat. Peniadaan mudik dilakukan 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei.

Abdulah, salah satu pelaku perjalanan mengaku tiket online pelabuhan masih dilayani. Ia mengaku telah memiliki Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik (e-HAC). Ia menyebut telah memiliki surat rapid test bebas Covid-19. Ia juga menyebut melakukan perjalanan untuk urusan keluarga. Adanya larangan untuk mudik sebutnya menjadi cara untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

“Informasi adanya penyekatan yang telah disampaikan jauh hari mendorong warga menunda mudik lebaran tahun ini,” cetusnya.

Selain Abdulah, sejumlah pelaku perjalanan dengan kapal laut wajib memperlihatkan surat bebas Covid-19. Sejumlah petugas juga ditempatkan pada pelabuhan Bakauheni. Saat pelarangan mudik sejumlah unsur melakukan penyekatan di wilayah Lampung. Titik penyekatan pelabuhan Bakauheni untuk mencegah pelaku perjalanan asal Sumatera menuju ke Jawa. Selain itu perbatasan Lampung Selatan dan Bandarlampung.

Lihat juga...