Mudik Dilarang, Pertamina Siagakan SPBU ‘Mobile Storage’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Meski ada larangan mudik pada libur hari raya Idulfitri 2021 mendatang, namun Pertamina memastikan telah menyiapkan skenario dengan menambahkan layanan penyaluran SPBU, khususnya di jalan Tol Trans Jawa pada waktu mendekati hari raya.

“Kami mendukung kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah, seperti imbauan untuk tidak mudik oleh pemerintah. Meski demikian, Pertamina memastikan bahwa pasokan BBM, LPG dan avtur tetap terjaga. Termasuk dengan mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (RAFI),” papar Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Brasto Galih Nugroho, secara daring di Semarang, Kamis (8/4/2021).

Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Brasto Galih Nugroho, secara daring di Semarang, Kamis (8/4/2021). Foto: Arixc Ardana

Kepastian tersebut juga tercermin dalam menjaga kebutuhan stok BBM di SPBU, khususnya di jalan Tol Trans Jawa.

“Kita siapkan 47 SPBU mobile storage, yakni truk tangki BBM yang disiagakan di SPBU rest area tol Trans Jawa dan berfungsi untuk pengisian secara cepat, jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan konsumsi yang signifikan,” terangnya.

Selain itu, di luar 7 titik SPBU reguler, pihaknya juga menyiapkan layanan tambahan di jalur tol, seperti penyediaan 7 titik pertashop dan satu modular.

“Termasuk juga adanya SPBU kantong,” tambahnya.

Bastro menjelaskan, di wilayah Pertamina Pemasaran Regional JBT, terdapat tujuh Fuel Terminal (FT) dan Integrated Terminal (IT), yaitu FT Tegal, FT Lomanis (di Kabupaten Cilacap), FT Maos (di Kabupaten Cilacap), IT Cilacap, FT Rewulu (di Kabupaten Bantul), FT Boyolali, dan IT Semarang; serta Depot LPG di Kabupaten Cilacap.

“Sementara, untuk pasokan Avtur, terdapat lima Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), yaitu DPPU Ahmad Yani di Semarang, DPPU Adi Soemarmo di Surakarta, DPPU Adisutjipto di Sleman, DPPU Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, dan DPPU Tunggul Wulung di Cilacap,” tambahnya.

Secara umum, Brasto menggambarkan penyaluran BBM, LPG, dan Avtur saat ini berjalan normal dan stoknya aman.

“Penyaluran BBM, LPG, hingga Avtur di wilayah kami saat ini berjalan aman, di mana rata-rata konsumsi harian BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) berada di angka 11.900 Kiloliter (KL) per hari; untuk BBM jenis gas oil (Bio Solar, Dexlite, Pertamina Dex) berada di angka 6.000 KL per hari; untuk LPG berada di angka 4.200 Metric Ton (MT) per hari; Untuk Avtur berada di angka 150 KL per hari,” tandasnya.

Sementara, tim Communication, Relations, & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Kevin Kurnia Gumilang, menambahkan untuk lembaga penyalur BBM dan LPG, terdapat 929 SPBU dan 51.677 Pangkalan LPG PSO serta 9.004 outlet LPG Non-PSO yang beroperasi pada masa normal.

“Kita akan terus melakukan monitor perkembangan di lapangan, untuk mengantisipasi adanya peningkatan kebutuhan, salah satunya adalah dengan implementasi digitalisasi SPBU,” terangnya.

Dijelaskan, lewat digitalisasi SPBU, pihaknya bisa mengecek pasokan BBM di setiap SPBU yang ada di wilayah tersebut secara real time, mulai dari monitoring stok yang tersedia di SPBU, monitoring penerimaan BBM saat bongkar muat dari mobil tangki, hingga penjadwalan otomatis dari pengiriman BBM ke SPBU.

“Jadi sistem sudah online, satu server. Kita bisa lihat SPBU mana yang kondisi stok BBM sudah mau habis, sehingga bisa kita dahulukan pengiriman,” pungkasnya.

Lihat juga...