Lebaran CDN

MUI: Standarilisasi Tingkatkan Kompetensi Dai dalam Berdakwah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH. Ahmad Zubaidi, pada webinar MUI bertajuk Urgensi Standardisasi Dai untuk Penguatan Dakwah Islam Rahmatan lil Alamin, di Jakarta, yang diikuti Cendana News, Selasa (27/4/2021). foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengingatkan pentingnya standardisasi dai untuk meningkatkan kompetensi dai. Mengingat tantangan dakwah di era digital sekarang ini sangat besar

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH. Ahmad Zubaidi mengatakan, tantangan dakwah zaman sekarang menuntut standardisasi dilaksanakan untuk meningkatkan kompetasi para dai dalam berdakwah. Apalagi menurutnya, sekarang ini era digital telah menyerbu berbagai aspek dalam kehidupan.

“Dengan era digital saat ini dan juga era bebas. Yaitu, di mana masyarakat dapat mengakses internet untuk mencari sumber keagamaan yang validitasnya sangat dipertanyakan,” ujar Ahmad, pada webinar MUI bertajuk Urgensi Standardisasi Dai untuk Penguatan Dakwah Islam Rahmatan lil Alamin, di Jakarta, yang diikuti Cendana News, Selasa (27/4/2021).

Sebelumnya, jelas dia, sempat timbul polemik tentang perlu-tidaknya standardisasi. Namun, Komisi Dakwah MUI telah mengambil kesimpulan yang didasarkan sesuai pengamatan terkait aktivitas dakwah di Indonesia.

Terutama kegiatan dakwah di media-media penyiaran. Dalam berdakwah itu, tentu harus menghadirkan para dai, penyeru, dan mubaliqh yang memiliki kompetensi, termasuk kompetensi kebangsaan. Sehingga bisa memberi pencerahan dan bimbingan kepada umat.

“Maka, kami berkesimpulan bahwa standardisasi dai penting sekali dalam rangka meningkatkan kompetensi dai itu sendiri,” jelasnya.

Karena menurutnya, seorang dai itu mempunyai tugas untuk menjaga kesatuan dan keutuhan negara Indonesia, yang berdasarkan Pancasila.

Di samping juga, tentunya tambah dia, adalah penguatan agama Islam yang sesuai dengan nilai-nilai Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW serta para ulama terdahulu.

Untuk itulah, Komisi Dakwah MUI dalam rangka kemudahan akses kepada masyarakat, serta juga kepada dai dan daiyah di seluruh Indonesia. MUI akan meluncurkan aplikasi yang kita sebut dengan aplikasi dakwah Majelis Ulama Indonesia.

Aplikasi menurutnya, sudah dapat di-download di playstore gadget masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim.

” Ada banyak fitur yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan keseharian umat Islam seperti Alquran, arah kiblat, dai dan daiyah hasil standardisasi, juga berkenaan dengan fatwa MUI dan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI,” urainya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Pusat, Amirsyah Tambunan menambahkan, informasi keagamaan di internet seperti google yang belum tentu benar bisa menyesatkan.

Bahkan beberapa kalangan terjerumus ke jurang radikal atau ekstrem karena tidak mampu menyerap pemahaman secara utuh.

“Karena itu, pemahaman Islam yang utuh dan komprehensif melalui standisasi dai seperti ini diperlukan,” ujar Amirsyah.

Apalagi menurutnya, umat muslim diberikan Allah SWT satu predikat yang sangat baik, sebagai umat pertengahan. Salah satu visi MUI mewujudkan umat terbaik dalam NKRI.

“Diharapkan para dai berhimpun di MUI agar mampu mewujudkan satu kondisi dakwah yang wasathiyah dan rahmatan lil aalamin,” imbuhnya.

Lihat juga...