Lebaran CDN

Musim Panen Jagung, Petani di Ile Ape Pilih Tinggal di Kebun

Editor: Makmun Hidayat

LEWOLEBA — Meski baru dilanda bencana banjir bandang dan erupsi Gunung Api Ile Lewotolok,  warga di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tengggara Timur (NTT), memilih tinggal di kebun.

“Warga memilih tinggal di kebun dan tidak mengungsi karena sibuk melakukan panen jagung di kebun mereka,” kata Koordinator Posko Barakat, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kota Lewoleba, Benediktus Bedil saat dihubungi, Senin (19/4/2021).

Ben sapaannya menjelaskan, warga dua kecamatan ini mayoritas bekerja sebagai petani dengan komoditi unggulan berupa padi ladang, jagung, kacang tanah dan kacang hijau.

Koordinator Posko Barakat, Benediktus Bedil saat ditemui di poskonya, Rabu (7/4/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia menyebutkan, warga memilih tinggal di kebun karena takut hasil kebun mereka seperti jagung yang sedang memasuki masa panen dicuri orang sehingga mereka memilih memanen jagung daripada berada di posko pengungsian.

“Warga pilih tinggal di pondok-pondok mereka di tengah kebun karena takut jagung yang sedang memasuki masa panen dicuri orang.Jagung merupakan persediaan pangan warga selama setahun.” jelasnya.

Ben mengatakan, meskipun ancaman erupsi Gunung Api Ile Lewotolok dan banjir lahar panas dan lahar dingin masih terus terjadi namun warga seakan tidak peduli karena mereka lebih memilih mengamankan hasil panen.

“Kita meminta agar warga yang memilih mengungsi ke kebun usai banjir bandang dan longsor agar waspada terjadinya banjir susulan.Namun warga mengaku lebih aman berada di kebun mereka daripada di rumah,” ucapnya.

Sementara itu, Kanis Soge relawan Posko Barakat mengatakan, saat mengunjungi warga di pondok-pondok mereka pihaknya menemukan warga tinggal di pondok dalam kondisi memprihatinkan.

Kanis menyebutkan, untuk MCK saja warga hanya membuat kamar mandi sederhana tanpa WC dan mengkonsumsi air dari sumur yang ada di kebun-kebun mereka.

“Kita tidak mengetahui secara pasti apakah air sumur yang dikonsusmi layak secara kesehatan atau tidak. Hal ini mengingat banyak sumur tercemar ketika terjadi erupsi Gunung Api Ile Lewotolok,” ungkapnya.

Kanis mengharapkan agar pemerintah bisa memberikan bantuan bahan makanan serta melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga tersebut agar tidak terserang penyakit seperti demam berdarah mengingat banyak genangan air yang ditemukan di kebun.

“Kondisi pondok di kebun hanya mengandalkan penerangan dari lampu pelita sehingga bila terjadi erupsi gunung api tentunya akan membuat warga kesulitan menyelamatkan diri dalam kondisi gelap gulita dengan hanya mengandalkan penerangan dari lampu pelita,” sebutnya.

Lihat juga...