Nelayan Dukung Sektor Usaha Berbasis Ikan di Lamsel

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Keberadaan nelayan di Lampung Selatan, turut mendukung keberlangsungan sektor usaha kecil berbasis ikan. Sejumlah warung kuliner dengan menu ikan, dan pelaku usaha olahan makanan sagat bergantung pada pasokan ikan dari para nelayan.

Mardiman, warga Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, menyebut perairan Selat Sunda menjadi sumber penghasilan. Memanfaatkan perahu tradisional jenis katir, ia mencari ikan dengan sistem pancing rawe dasar dan jaring apung.

“Mencari ikan permukaan atau pelagis, dilakukan dengan jaring apung. Hasil tangkapan ikan demersal atau ikan perairan dalam, dan ikan karang dilakukan dengan pancing rawe dasar dan bubu tancap,” terang Mardiman, saat ditemui Cendana News, Selasa (6/4/2021).

Hasil tangkapan ikan di perairan Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, dijual ke sejumlah pelaku usaha kuliner oleh Mardiman, Selasa (6/4/2021). -Foto: Henk Widi

Menurut Mardiman, profesi nelayan menjadi sumber mata pencaharian turun temurun. Ia merupakan generasi ke dua dari sang ayah yang berprofesi sebagai nelayan. Baginya, menjadi nelayan tangkap tradisional masih menjadi sumber pemenuhan kebutuhan harian. Saat terjadi tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018,  Mardiman terpaksa harus mengganti perahunya dengan modal sendiri.

“Sebagian nelayan mencari ikan di perairan Selat Sunda dengan teknik jaring, pancing dan memasang bubu pada rumpon buatan, hasil tangkapan selanjutnya dijual ke sejumlah pemilik usaha warung makan dengan menu ikan laut. Jadi, nelayan ikut mendorong tumbuhnya ekonomi sektor usaha lain,” terang Mardiman.

Mardiman menyebut, dari usaha menangkap ikan ia telah memiliki pelanggan tetap. Pelanggan merupakan pemilik usaha kuliner berbasis hasil laut atau boga bahari (seafood). Ikan pelagis hasil tangkapan yang kerap diperoleh berupa selar, tengkurungan, tengkek. Jenis ikan pelagis itu dijual mulai Rp20.000 per kilogram. Jenis ikan demersal berupa simba, kerapu, kakap dijual seharga Rp50.000 per kilogram.

Meski melakukan proses penangkapan ikan tradisional, Mardiman tetap membawa boks es untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan agar tetap segar. Sesampainya di darat, hasil tangkapan pesanan akan dijual ke pelanggan. Satu kali berangkat menangkap ikan, ia biasa mendapat hasil ratusan ribu rupiah.

“Hasil ratusan ribu diperoleh saat bisa menangkap ikan demersal ukuran besar yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti ikan kakap, simba dan kerapu,” ulasnya.

Warsito, nelayan di pantai Belebuk, Kecamatan Bakauheni, mengaku hasil tangkapan ikan membantu sektor usaha lain. Jenis ikan ukuran kecil jenis selar, teri yang ditangkap memakai jaring kerap digunakan sebagai bahan ikan asin. Meski hanya mendapat keuntungan puluhan ribu rupiah, proses pembuatan ikan asin dilakukan sang istri. Pekerjaan menjadi nelayan tetap dilakukan olehnya, karena hanya butuh modal alat tangkap.

Warsito mengaku masih menggunakan peralatan sederhana, seperti perahu kasko terbuat dari kayu pulai. Lokasi penangkapan ikan di perairan Selat Sunda kerap dijual keliling oleh sang istri. Pengolahan menjadi ikan peda, ikan asap dilakukan oleh sang istri untuk meningkatkan nilai jual.

“Ikan laut hasil tangkapan selain dijual segar bisa dikeringkan untuk meningkatkan harga jual,” bebernya.

Nurhayati dan Megawati, pelaku usaha penjualan ikan dan olahannya, mengaku sangat terbantu dengan adanya hasil tangkapan nelayan. Nurhayati mengaku menyediakan ikan hasil laut segar untuk sejumlah pemilik warung. Sebagian dijual untuk bahan baku pembuatan ikan giling yang berguna untuk bahan pempek, tekwan dan bakso. Usaha tersebut mendukung sektor usaha lain mengandalkan hasil tangkapan nelayan.

Megawati memilih membeli jenis ikan kurisi, baji baji, tenggiri. Ketiga jenis ikan itu digunakan untuk bahan olahan kuliner. Mata rantai ekonomi hasil tangkapan nelayan bisa menjadi sumber ekonomi usaha kecil. Pasokan ikan yang lancar, mendukung usaha kuliner dan jasap penggilingan daging ikan. Daging ikan yang diolah juga memperlancar usaha kuliner otak otak, pempek dan bakso ikan.

Lihat juga...