Nelayan Terganggu Proyek Gudang Muara Angke

JAKARTA – Pembangunan gudang peralatan kapal di kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara yang sudah mencapai 70 persen, menghambat akses nelayan dan aktivitas bongkar muat kapal.

“Akses jalan tertutup, pasti. Nelayan yang mau bongkar muat ikan, ya jadi repot,” kata Eko (54), nelayan Muara Angke  saat ditemui wartawan di Pelabuhan perikanan Muara Angke,Kamis (8/4/2021).

Ia mengatakan, akses bongkar muat hanya tersedia satu titik, karena titik bongkar muat barang yang sebelumnya telah tertutup oleh bangunan lain.

Sementara, Uli, salah seorang buruh angkut di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, ikut mengeluhkan adanya proyek pembangunan pergudangan di akses umum tersebut.

Menurut dia, adanya proyek tersebut telah mempersulit pekerjaannya, karena harus memutar jalan lebih jauh untuk bongkar muat kapal menuju gudang penyimpanan.

“Tertutup sekarang jalannya. Jadi harus lewat ke samping, jalannya lebih jauh. Sebelum ada bangunan, sih lebih dekat dari sekarang,” kata Uli.

Ia mengatakan, harus menempuh jarak dua kali lipat lebih jauh dari sebelumnya, hanya untuk menurunkan barang dari kapal ke gudang hingga membuat penghasilannya menurun.

“Penghasilan menurun pastinya, yang tadinya sehari Rp50 ribu jadi Rp30 ribu. Yang harusnya dua kali angkut, jadi sekali karena waktu angkutnya lebih lama dan jauh, jadi cepat lelah juga,” ujar Uli.

Pengerjaan proyek gudang peralatan perkapalan di atas lahan milik Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta itu masih terus berlangsung, meski belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Proyek pembangunan di atas lahan sepanjang 3.000 meter milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai dikerjakan sejak awal 2021.

Lihat juga...