Lebaran CDN

Ngabuburit Menggeliatkan Perekonomian Warga di Wisata Alam Bamboe Koening Ketapang

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Ngabuburit atau berburu makanan berbuka puasa sudah membudaya di masyarakat setiap kali Ramadan. Kegiatan itu membuka peluang warga di Desa Ketapang, Ketapang, Lampung Selatan, dengan membuka tempa wisata alam untuk ngabuburit.

Seperti yang dilakukan pengelola Taman Wisata Alam Bamboe Koening, Desa Ketapang, yang menyulap lahan persawahan di daerahnya menjadi wahana menunggu berbuka puasa dan berburu takjil. Awal Ramadan 1442 H/2021, menjadi momentum bagi Lutfi Wardah, menjadikan taman wisata alam Bamboe Koening, menyiapkan saung bambu, rumah joglo, rumah kayu, jembatan bambu, musala dan pendukung lainnya.

Kebutuhan warga saat ngabuburit, difasilitasi kantin yang menyediakan minuman dan makanan. Sementara untuk memberikan kesempatan kepada warga sekitar berusaha, disediakan fasilitas food court, yang menjual makanan, minuman.

Selama Ramadan, berjualan dilakukan siang hingga sore menjelang berbuka puasa. Namun direncakana, untuk jangka panjang, food court akan dibuka sejak pagi hingga jam tutup taman wisata alam Bamboe Koening. “Peluang usaha berjualan kuliner takjil menjadi upaya kami untuk memberdayakan warga sekitar taman wisata alam Bamboe Koening, agar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19,” terang Lutfi saat ditemui Cendana News, Sabtu (24/4/2021).

Evi Anggraini, salah satu pengunjung Taman Bamboe Koening, yang berasal Desa Sumbersari di taman wisata alam Bamboe Koening, Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Sabtu (26/4/2021) – Foto Henk Widi

Konsep taman bernuansa alam pedesaan tersebut, menggunakan lahan seluas dua hektare. Masyarakat bisa menikmati pemandangan kolam dan taman yang dipenyhi bunga berwarna warni. Selain makanan dan minuman ringan, Lutfie menyiapkan menu hidangan olahan laut (seafood) untuk pengunjung. Meski selama Ramadan sajian difokuskan untuk menu takjil. Untuk selanjutnya, di hari biasa warga bisa berkreasi menjual produk makanan.

Variasi olahan kuliner tradisional, akan menjadi ciri khas taman wisata alam Bamboe Koening. “Konsep yang dibuat pada taman wisata alam Bamboe Koening tentunya memaksimalkan  otensi alam untuk ekonomi salah satunya berbasis kuliner,” tandasnya.

Tengku Khalidsyah, pengunjung asal Ketapang, mengaku datang karena ingin berburu takjil. Menunggu buka puasa di saung yang berada di tengah sawah, untuk menikmati alam persawahan dan udara sejuk menjadi sebuah kenikmatan yang diburu.

Buka puasa dilakukan dengan meminum es kelapa muda. Cuaca panas, akan langsung terasa segar, sesaat setelah menyeruput es kelapa muda. Berbuka terasa semakin nikmat, dengan makanan ringan berupa tahu goreng atau pisang cokelat.

Evi Anggraini, pengunjung asal Desa Sumbersari, Kecamatan Sragi menyebut, Bamboe Koening menjadi tempat alternatif wisata sore hari menunggu waktu berbuka puasa. Wisata alam berupa taman bunga, cukup mendukung untuk dijadikan tempat ngabuburit bersama keluarga.

Lihat juga...