Lebaran CDN

Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW Jadi Wahana Wisata Religi

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Pameran artefak Nabi Muhammad SAW menjadi wahana wisata religi bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim untuk lebih mengetahui sejarah peninggalan Baginda Rasulullah dan para sahabatnya.

Ketua penyelenggara pameran artefak Nabi Muhammad SAW, Muhammad Rifqi, berharap pameran sejarah Islam ini dapat memberikan pengalaman wisata religi bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim.

“Pameran ini bisa menambah wawasan terkait nilai-nilai sejarah perjuangan Rasulullah, sahabat, hingga Khalifah Usman,” ujar Rifqi, kepada Cendana News, ditemui di area pameran artefek Nabi Muhammad SAW di Hall Convention Jakarta Islamic Center (JIC), Jakarta Utara, Minggu (25/4/2021).

Dalam pameran ini, pengunjung mendapatkan informasi sejarah tentang bagaimana perjuangan seorang komandan perang, dan peninggalan Rasulullah bisa dilihat secara langsung di pameran artefak ini.

“Jika pameran ini terus dikembangkan, akan menjadi kekuatan di sektor wisata religi. Bahkan, menjadi magnet yang mampu menyedot wisatawan yang ingin belajar sejarah Islam dan menumbuhkan kecintaan pada Baginda Nabi Muhammad SAW,” ujar Rifqi.

Pengunjung terlihat sangat antusias melihat pameran artefak Nabi Muhammad SAW di Hall Convention Jakarta Islamic Center (JIS), Jakarta Utara, Minggu (25/4/2021). -Foto: Sri Sugiarti

Apalagi, menurutnya zaman kemajuan global ini sangat memprihatinkan. Banyak generasi muda yang tahu nama Nabi Muhammad SAW, tetapi mereka tidak banyak paham tentang nilai-nilai sejarah Islam tentang keteladan Rasulullah dan para sahabatnya.

“Diharapkan, pameran artefak ini dapat mengedukasi generasi muda dan anak-anak juga orang tua, untuk lebih paham sejarah Islam, hingga kemudian dapat menerapkan dalam kehidupan kita,” ungkap Rifqi.

Dikatakan dia, pameran artefak Baginda Nabi Muhammad SAW dan para sahabat ditampilkan 35 jenis benda peninggalan Nabi Muhammad SAW.

Yakni, seperti tongkat Nabi Muhammad SAW, pedang, tongkat, alat panah, kiswah, sorban Rusulullah, janggut, rambut, kunci makam Rasulullah SAW, kain penutup makam Nabi Muhammad SAW, kiswah kabah zaman Usmani, dan lainnya.

“Semua artefak tersebut didatangkan dari tempat sejarah Islam, di antaranya Mesir, Kairo, Yaman, Madinah dan Mekkah,” katanya.

Terkait tongkat Nabi yang dipamerkan, Rifqi menjelaskan bahwa tongkat yang pernah digunakan Baginda Nabi Muhammad  itu berbahan kayu utus, dari pohon yang tumbuh  di tengah-tengah antara Madinah dan Mekkah.

“Pohon ini cuma satu-satunya yang tumbuh, dan batang kayunya dipakai untuk pembuatan tongkat para Nabi utusan Allah. Ada Nabi Isa, Nabi Musa, Nabi Sulaeman dan Baginda Nabi Muhammad SAW. Dan, ada kurang lebih sekitar 16 tongkat yang digunakan Rasulullah, itu berbahan kayu utus,” jelasnya.

Dia menegaskan, pameran ini dapat menambah wawasan nilai-nilai sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

“Artefek ini didatangkan ke Indonesia, dan dipamerkan untuk wisata religi selama Ramadan 1442 Hijriyah,” imbuh Rifqi.

Pameran yang dibuka dari tanggal 23 April hingga 3 Mei 2021 ini menurutnya baru pertama kali digelar di Jakarta. Rencananya, pameran ini akan kembali digelar di Padang dan Aceh setelah Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriyah.

Dikatakan dia, sejak dibuka antusiasme pengunjung sangat bagus. Banyak pengunjung yang membawa anaknya untuk wisata edukasi religi. Dengan mengenalkan agama Islam dari pameran artefak Rasulullah dan para sahabat.

Ardian Sarman, salah satu pengunjung mengaku baru pertama kali melihat artefak Baginda Nabi Muhammad SAW. “Alhamdulillah artefak ini ada di Indonesia, jadi saya bisa melihat benda sejarah peninggalan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Ini baru pertama kali saya melihatnya, sangat terharu,” ujar Ardian, kepada Cendana News ditemui di area pameran artefak.

Dia berkunjung ke pameran ini dengan mengajak kedua anaknya. Menurut dia, anaknya sangat antuasias melihat ragam jenis benda sejarah Islam.

Pameran artefak Nabi Muhammad SAW, ini menurutnya ruang edukasi sejarah Islam bagi anak-anak Indonesia, khususnya warga Jakarta.

“Lihat pameran ini agar anak-anak kita tahu agama Islam itu asalnya dari siapa, bagaimana perjuangan Rasulullah, dan tahu benda sejarah peninggalan Nabi. Seperti tongkat Nabi Muhammad SAW,  rambutnya Nabi Muhammad SAW, baju perangnya, sorban, pedangnya, makamnya,” ungkapnya.

Sehingga, menurutnya ada edukasi sejarah Islam yang didapatkan oleh anak-anak. “Mereka jadi lebih paham agama Islam, dan

menambah kecintaan mereka kepada Baginda Rasululah,” pungkas Ardian, yang merupakan warga Condet, Jakarta Timur.

Lihat juga...