Lebaran CDN

Pandemi, Pelaku Usaha Transportasi Wisata Lakukan Perubahan Bisnis

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Setahun pandemi berlangsung memukul pelaku bisnis berbasis transportasi. Untuk tetap mempertahankan bisnis, tanpa harus memecat pegawai, dilakukan perubahan bisnis menjadi penyewaan untuk pribadi secara harian.

Pemilik CK Mandiri Tour&Travel Bogor, Dewi Prasetyaningsih, menyatakan sejak berlangsungnya pandemi pada Maret 2020, usahanya mengalami kemunduran.

“Bener-bener nol. Tidak ada pelanggan sama sekali. Akhirnya, supaya tidak kosong sama sekali dan juga supaya tidak memecat pegawai, yang dulunya untuk paket tur, sekarang dialihkan ke penyewaan harian,” kata Dewi kepada Cendana News, Selasa (13/4/2021).

Ia menceritakan sebelum masa pandemi, selain untuk paket wisata, ia juga melayani antar jemput karyawan perusahaan.

“Sekarang yang bis di garasi. Tapi yang elf masih disewakan harian. Tidak bisa dibandingkan dengan sebelum pandemi. Kayak bulan Maret lalu, hanya lima orang yang menyewa,” ujarnya.

Bahkan saat ini, dari dulu ada 10 unit armada bis dan elf, sekarang hanya sisa tiga unit.

“Untuk tahun ini belum bisa target apa-apa. Jika memang belum ada perubahan, rencananya lepas unit lagi. Masih wait and see aja. Lihat kebijakan pemerintah juga mau ke mana,” tandasnya.

Senada, Pemilik Jas Holiday Tour & Travel Soreang, Jaja Sujai menyatakan, bahwa seperti pemilik tour & travel lainnya, ia juga mengalami masa sulit.

Pemilik Jas Holiday Tour & Travel Soreang, Jawa Barat, Jaja Sujai, dalam berbagai kesempatan saat menemani pelanggan Tour & Travel sebelum masa pandemi, yang disampaikan, Selasa (13/4/2021) – Foto: Ranny Supusepa

“Kami pelaku jasa pariwisata mengalami imbas ekonomi terpuruk karena para tamu atau pelanggan takut melakukan wisata. Juga karena mereka pun sama kena imbas pandemi covid-19 dan aturan yang ketat mengenai prokes, pada akhirnya paket wisata dan jasa bis pun mengalami kemunduran,” kata Jaja saat dihubungi terpisah.

Tapi, ia mengaku tak putus harapan. Bahkan, ia sudah menyusun beberapa paket yang bisa dipasarkan saat ini untuk pelaksanaan pasca-pandemi atau paket penyewaan pribadi terbatas.

“Terkadang suka ada yang wisata ziarah ke Pamijahan Tasik dan Haruman Garut. Atau paket piknik, yang dilakukan pasca-lebaran,” ujarnya.

Memang, akunya, kebijakan pemerintah yang tidak mengizinkan mudik atau pulang kampung saat Lebaran membuat tidak ada peluang mendapatkan sedikit pendapatan. Untuk menutup kurangnya pemasukan selama satu tahun terakhir.

“Bis menganggur. Tidak bisa operasi. Semua karyawan dirumahkan. Paling habis Lebaran kita ada piknik, masih sekitar ke pantai Pangandaran. Mudik dilarang, piknik diperbolehkan. Jadi mudah-mudahan ada rezekinya dari kebijakan ini,” ungkapnya sambil tertawa.

Menurut Jaja, walaupun saat ini dilakukan perampingan pegawai karena tidak adanya pemesanan, ia yakin kondisi akan membaik.

“Harapannya, semua bisa membaik. Pembukaan lokasi wisata dengan prokes ketat, diharapkan sedikitnya akan membuka peluang untuk pelaku usaha seperti kami. Dan saya positif, bisnis akan bisa bangkit kembali, dengan bentuk adaptasi yang tepat,” pungkasnya.

Lihat juga...