Pandemi tak Halangi Penyaluran ‘Modal Kita’ di Wanareja

Editor: Koko Triarko

Manajer Tabur Puja Wanareja, Sudaryanto, di Wanareja, Kabupaten Cilacap, Selasa (30/3/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

CILACAP – Sejak awal 2021 hingga Maret ini, program Tabur Puja Yayasan Damandiri di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap sudah menyalurkan bantuan modal usaha hingga Rp550 juta. Situasi pandemi tidak membuat pencairan bantuan modal usaha untuk pelaku usaha kecil tersebut dihentikan.

Manajer Tabur Puja Wanareja, Sudaryanto, mengatakan angka pencairan kredit bantuan Modal Kita mulai meningkat, karena beberapa nasabah meningkatkan nilai pinajamannya. Hal tersebut dilakukan untuk menunjang usaha yang dijalankan, sebab sepanjang 2020 lalu dunia usaha lesu.

“Penyaluran kredit bantuan Modal Kita mulai meningkat, karena nilai pinjaman yang bertambah. Tetapi, kita tetap memberlakukan seleksi yang ketat dan dipilih benar-benar nasabah yang tertib dalam angsuran,” jelasnya, Selasa (30/3/2021).

Lebih lanjut Sudaryanto memaparkan, untuk bulan Januari 2021, total pencairan kredit mencapai Rp170 juta, kemudian bulan Februari meningkat menjadi Rp230 juta dan pada minggu terakhir bulan Maret ini total sudah sampai Rp150 juta.

“Dari sisi besarnya pencairan bantuan modal meningkat, tetapi dari sisi keanggotaan sebenarnya justru menurun, karena kita melakukan seleksi. Misalnya, ada nasabah yang angsurannya menunggak, maka kita minta untuk melunasi tunggakan, kemudian mereka ada yang melunasi pinjaman sekalian dengan mengambil simpanan pokok dan sukarela yang ada di koperasi, sehingga secara keanggotaan berhenti,” terangnya.

Saat ini, jumlah anggota koperasi ada 2.100 orang dan belum ada target penambahan anggota baru. Menurut Sudaryanto, pihaknya masih berkonsentrasi untuk menurunkan tunggakan angsuran. Selain itu, mulai bulan depan, April hingga lebaran nanti, Tabur Puja juga untuk sementara waktu akan menghentikan pencairan bantuan kredit modal usaha.

“Anggota kita sekarang sudah cukup banyak, jadi kita fokus pada penekanan Non Permorming Loan (NPL) terlebih dulu,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu nasabah Tabur Puja, Nunung, warga Desa Ciwalen, Kecamatan Dayeuhluhur, mengatakan, saat ini kondisi mulai ramai, sehingga usaha juga berangsur mulai normal. Ia bersyukur bisa mendapatkan suntikan modal usaha dari program Modal Kita, sehingga tetap bisa berjuaalan.

“Semoga saja ke depan terus membaik, karena selama setahun kemarin, kita benar-benar prihatin, puasa dan lebaran tahun kemarin juga sepi, sama sekali tidak ada peningkatan omzet penjualan,” kata Nunung, yang sehari-hari memproduksi beberapa jenis makanan tradisional.

Lihat juga...