Lebaran CDN

Pasca-Banjir Bandang, Warga Adonara Kesulitan Air Bersih

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Setelah terjadinya banjir bandang pada Minggu (4/4), warga di beberapa kecamatan di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kesulitan air bersih karena putusnya jaringan air bersih.

“Kami kesulitan untuk memasak karena harus menunggu pasokan air dari mobil tangki,” kata Hery petugas Tagana di Posko Kantor Camat Adonara Timur di Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur, saat ditemui, Jumat (16/4/2021).

Hery menyebutkan, hanya ada satu mobil tangki di Kota Waiwerang dan melayani banyak pesanan sehingga harus antre meskipun sejak pagi memesan air namun hingga siang baru bisa dilayani.

Dia mengatakan, dampak banjir bandang membuat banyak jaringan pipa air minum dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan jaringan pipa air Pansimas dan yang dipasang menggunakan dana desa rusak berat.

“Banyak jaringan pipa air mengalami kerusakan sehingga permintaan air dari mobil tangki meningkat. Biasanya orang hanya memesan air dari mobil tangki saat ada hajatan seperti pernikahan atau ada yang meninggal dunia,” ungkapnya.

Hery menyebutkan, air bersih di Posko Kantor Camat Adonara Timur pun kesulitan karena hanya berharap dari mobil tangki yang dibeli seharga Rp150 ribu untuk ukuran 5 ribu liter.

Padahal, kata dia, posko yang ditempati olehnya sangat membutuhkan air bersih untuk memasak makanan bagi para pengungsi dua kali sehari setiap siang dan sore hari.

“Kalau persediaan air bersih terlambat maka kami juga memasak makanan bagi pengungsi terlambat. Kami hanya berharap pasokan air bersih dari mobil tangki yang tersedia,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Saleh Kadir, mengakui, sebanyak 218 pengungsi yang berada di Posko Pengungsi MAN Flores Timur yang dikelolanya sangat membutuhkan air bersih.

Saleh Kadir menyebutkan, air bersih memang masih jadi kendala sebab selain untuk keperluan memasak, juga dipergunakan para pengungsi untuk mandi dan mencuci pakaian.

“Kami sangat membutuhkan suplai air bersih untuk pengungsi di posko kami yang jumlahnya mencapai 218 jiwa. Dalam sehari minimal dibutuhkan air bersih 10 ribu liter,” ungkapnya.

Lihat juga...