Payakumbuh Dilanda Angin Kencang

Petugas bersama masyarakat sedang membersihkan pohon yang tumbang karena angin kencang yang terjadi semenjak Rabu (31/3/2021) siang sampai Kamis (1/4/2021) - foto Ant

PAYAKUMBUH – Kota Payakumbuh, Sumatera Barat dilanda angin kencang, semenjak Rabu (31/3/2021) siang sampai dengan Kamis (1/4/2021).

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Payakumbuh, An Denitral, mengatakan ada 17 pohon tumbang akibat kejadian tersebut. Posisinya tersebar di berbagai kelurahan, yang ada di daerah tersebut. “Data sementara bencana pohon tumbang di Kota Payakumbuh hingga Kamis Pukul 10.30 WIB, diperkirakan lebih dari 20 titik,” kata An Denitral, didampingi Kabid Rehab Rekon BPBD Payakumbuh, Hermanto, Kamis (1/4/2021).

Pohon tumbang tersebut ada yang menimpa rumah warga, jaringan listrik, melintang ke jalan dan berbagai infrastruktur publik lainnya. Wilayah yang tercatat ada pohon tumbang adalah, Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Balai Panjang, Tanjung Anau, Balai Tongah, Subarang Batuang, Talawi Padang Sikabu, Padang Tinggi Piliang dan Koto Tangah.

Selanjutnya Kelurahan Balai Jariang, Kapalo Koto Ampangan, Kubu Gadang, Sawah Padang Aua Kuniang, Pakan Sinayan dan Kelurahan Talang. Untuk menangani pohon tumbang tersebut, pihaknya telah berkomunikasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC), bersama petugas PLN, PUPR, Dishub, Dinas LH, dan pemangku kepentingan lainnya. Hal itu dikarenakan, untuk penanganan ada keterbatasan alat dan petugas. “Kami juga mengapresiasi bantuan dari warga setempat yang ikut bergotong royong melakukan eksekusi pembersihan kepada pohon tumbang,” katanya.

Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan dalam menghadapi bencana ini, perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama termasuk komunikasi yang intens dan koordinasi yang baik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Payakumbuh, Dafrul Pasi mengatakan, dari 17 pohon yang tumbang tersebut hanya ada tiga pohon yang termasuk dalam wewenangnya. “Pohon yang menjadi wewenang kami itu, yang termasuk di dalam Ruang Terbuka Hijau. Sedangkan yang lainnya merupakan milik masyarakat,” katanya. (Ant)

 

Lihat juga...