Lebaran CDN

Pelaksanaan Ujian SD di Jember Diselenggarakan Pekan Depan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Sejumlah sekolah dasar di Jember siap melaksanakan ujian pekan depan. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pun lebih fokus pada pengenalan cara pelaksanaan ujian sekolah, ketimbang menambah materi pembelajaran. Hal itu berdasarkan surat izin yang dikeluarkan Bupati Jember, selaku Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19, tentang pelaksanaan PTM di Jember.

Sementara, Kepala Sekolah SDN 3 Suco, Akbar, S.Pd menyatakan, sebelum ujian sekolah dilaksanakan, dirinya bersama para guru yang ada juga fokus pada pembekalan cara pengisian lembar jawaban yang tersedia.

Kepala Sekolah SDN 3 Suco, Akbar, saat ditemui Cendana News, di ruang kerja sekolah di wilayah Desa Karang Sirih, Kecamatan Mumbulsari, Jember, Kamis (22/4/2021).- Foto: Iwan Feri Yanto

“Uji coba pembelajaran tatap muka yang dilakukan sekarang, hanya untuk mengenalkan beberapa lembar soal dan jawaban. Paling tidak, saat pelaksanaan ujian sekolah pekan depan, siswa yang bersangkutan tidak kebingungan,” ujar Akbar kepada Cendana News, di wilayah Desa Karang Sirih, Kecamatan Mumbulsari, Jember, Kamis (22/4/2021).

Rentang waktu siswa kelas 6 dalam pelaksanaan ujian sekolah kurang dari 1 minggu. 3 hari sebelum ujian sekolah dilaksanakan ditetapkan sebagai hari tenang. Sedangkan 3 hari sebelumnya lagi digunakan untuk kegiatan tatap muka di sekolah.

“Selama waktu 3 hari, masing-masing murid memiliki waktu 3 jam dalam sehari untuk kegiatan pembelajaran tatap muka. Dalam satu kelas siswa yang masuk maksimal 12 orang, sedangkan separuhnya lagi dilanjutkan keesokan harinya, dan seterusnya seperti itu,” ucapnya.

Menurutnya, beberapa waktu sebelumnya, materi tentang ujian sekolah yang  dilaksanakan pada  26 April, secara keseluruhan sudah disampaikan saat pembelajaran via daring.

“Selain itu juga beberapa guru yang ada juga membentuk kelompok kecil mendatangi rumah-rumah para siswa memberikan informasi pelaksanaan ujian sekolah nanti,” ungkapnya.

Saat pelaksanaan ujian sekolah dilaksanakan, masing-masing lembaga sekolah juga harus mempersiapkan fasilitas kesehatan yang memadai. Yakni  saluran air bersih tersedia dengan baik sebagai tempat cuci tangan. Juga penyediaan fasilitas kesehatan yang baik lainnya di sekolah harus ada, seperti ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Siswa juga dilarang  menimbulkan kerumunan, baik saat para siswa datang ke sekolah hingga saat pulang sekolah.

“Untuk segala ketentuan tentang penerapan protokol kesehatan, secara keseluruhan lembaga kami sudah siap. Tinggal nanti pelaksanaan ujian sekolah terlaksana dengan baik,” ucapnya.

Tidak jauh berbeda halnya dengan SDN 4 Arjasa. Kepala Sekolah, Nowo, S.Pd mengatakan, jumlah siswa yang ada secara keseluruhan 12 siswa. Selama kurun waktu 3 hari sebelum ujian dimanfaatkan untuk tambahan materi ujian sekolah.

“Hari pertama masuk, siswa diperkenalkan dengan cara pelaksanaan ujian sekolah. Seperti mengisi lembar jawaban yang tersedia. Hari berikutnya, siswa yang ada mulai sedikit demi sedikit diberi pembekalan materi ujian sekolah. Walaupun sebenarnya saat pelaksanaan pembelajaran via daring sudah diberi kisi-kisi ujian sekolah,” ucapnya.

Lihat juga...