Pembersihan Tanjakan Mala di Selatan Cianjur Ditarget Selesai Sebelum Puasa

Petugas dari Kementerian PUPR melalui PPK 2.5 Jabar, melakukan pembersihan material longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di Tanjakan Mala, Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat - Foto Ant

CIANJUR – Kementerian PUPR, melalui PPK 2.5 Jawa Barat (Jabar), menargetkan menjelang puasa, jalan nasional yang membentang di selatan Cianjur sudah dapat dilalui secara normal.

Tanjakan Mala di Kecamatan Naringgul hingga Bandung mengalami longsor. “Pengerjaan pembersihan sisa material longsoran yang menggunung di Tanjakan Mala, Kecamatan Naringul, ditargetkan tuntas sebelum masuknya bulan puasa, agar pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan nyaman,” kata Kepala Pengawas Lapangan (Kawaslap) PPK.2.5 Jabar, Heri Kusena, Minggu (4/4/2021).

Sisa longsoran yang sempat mengunung beberapa waktu lalu, sulit disingkirkan, karena berupa material tanah bercampur batu berbagai ukuran. Mulai dari ukuran sedang hingga seukuran rumah.

Untuk memudahkan proses pembersihan, diturunkan empat alat berat berupa, loader, dua unit mobil dumptruck, ditambah satu unit jeckhammer (alat penghancur batu). Selama proses pengerjaan, kelancaran arus lalulintas akan terganggu, namun diharapkan proses pembersihan tuntas tepat waktu. “Kita upayakan satu minggu sebelum Ramadan, pengerjaan sudah tuntas, karena yang lama adalah proses penghancuran batu besar, yang banyak menutupi landasan jalan di Tanjakan Mala atau lebih dikenal dengan Tebing Hijau,” katanya.

Pihaknya mengimbau, para pengendara untuk ekstra hati-hati saat melintas di Tanjakan Mala, terutama saat hujan turun deras dengan intensitas tinggi. Tebing setinggi puluhan meter di lokasi tersebut masih rawan longsor dan ambruk meski sudah dipasang jaring baja. “Kami imbau pengguna jalan untuk hati-hati dan waspada saat melintas karena Tebing Hijau yang sudah dipasang jaring baja penahan tanah, tetap saja rawan longsor terlebih ketika hujan turun deras dengan intensitas lama,” katanya.

Sementara warga sekitar berharap, proses pembersihan material dapat dengan cepat dituntaskan, karena menjelang masuknya bulan puasa dan lebaran volume kendaraan yang melintas akan mengalami peningkatan.

Selama material longsor menumpuk di pinggir jalan, arus lalulintas setiap harinya terhambat. “Belum lagi batu besar yang terbawa longsor, rawan kembali menutup jalan karena posisinya labil, harapan kami sebelum puasa, Tanjakan Mala sudah bersih dari material longsor, sehingga pengendara dapat melintas dengan aman dan nyaman,” kata tokoh masyarakat Naringggul, Jajang Nurahman. (Ant)

Lihat juga...