Lebaran CDN

Pemenuhan Nutrisi, Kunci Keberhasilan Budidaya Hidroponik

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Penggunaan nutrisi yang benar dan tepat, di samping kualitas bibit tanaman, menjadi kunci keberhasilan budidaya dengan metode hidroponik.

“Hidroponik menggunakan air, sebagai media tanam, sehingga perlu nutrisi tambahan yang larut dalam air,” papar fasilitator pelatihan hidroponik, Wahyu Aditya, saat dihubungi di Semarang, Senin (12/4/2021).

Dijelaskan, karena seluruh kebutuhan tanaman tergantung pada kandungan nutrisi pada air, maka pemantauan kadar kepekatan nutrisi menjadi penting.

“Umumnya, untuk hidroponik menggunakan nutrisi AB mix, berupa campuran antara pupuk A yang mengandung unsur kalium, dengan pupuk B berupa sulfat dan fosfat,” lanjutnya.

Fasilitator pelatihan hidroponik, Wahyu Aditya, saat dihubungi di Semarang, Senin (12/4/2021). -Foto Arixc Ardana

Meski dibutuhkan, namun ketiga unsur ini tidak boleh dicampur dalam keadaan pekat agar tidak menimbulkan endapan.

“Itu sebabnya penggunaan nutrisi secara tepat dan benar, menjadi kunci keberhasilan dalam hidroponik. Dalam pengecekan kepekatan ini, ada alat khusus. Jika terlalu pekat, penambahan air bisa dilakukan, sebaliknya, jika kurang bisa ditambahkan,” terangnya.

Wahyu menjelaskan, meski dalam penggunaannya kedua pupuk tersebut dicampurkan dalam air, namun dalam penyimpanannya tidak boleh dalam satu wadah.

“Jika dicampur, tanpa tambahan air, justru tidak bagus, karena akan semakin pekat dan menghasilkan endapan. Jika digunakan, nutrisi tidak bisa larut dalam air sehingga penyerapan oleh akar tanaman menjadi tidak maksimal,” tegasnya.

Dijelaskan, selain menggunakan alat khusus, pengecekan kepekatan nutrisi tanaman juga bisa dilihat secara langsung. Meski hal tersebut, sebisa mungkin dihindari.

“Jika kelebihan nutrisi atau pekat, ditandai dengan kondisi tanaman yang mengering di ujung daun, sementara jika kekurangan umumnya tanaman tersebut menjadi kerdil atau kecil,” tambahnya.

Selain nutrisi, pemilihan bibit tanaman yang berkualitas juga menjadi kunci keberhasilan hidroponik.

Hal tersebut disampaikan petugas kebun agrowisata Purwosari Semarang, sekaligus instruktur pelatihan hidroponik Dinas Pertanian Kota Semarang, Agus Prasetyo.

“Di Agrowisata Purwosari, selain menyediakan wisata petik sayur dan buah, juga memberikan pelatihan. Termasuk hidroponik,” terangnya.

Dijelaskan, selain diperlukan perawatan dan penyemprotan hama, faktor pembibitan juga menjadi faktor keberhasilan.

“Pilih bibit yang berkualitas, agar hasil pertanian hidroponik dapat maksimal. Penyemaian bisa dilakukan sendiri, sehingga kita dapat memilih bibit yang bagus,” tandasnya.

Penggunaan metode hidroponik, bisa untuk hampir segala jenis sayuran, seperti paprika atau cabai, tomat, timun, terong, hingga selada.

Lihat juga...