Lebaran CDN

Pemkot Siapkan Skema Titik Penyekatan di Wilayah Kota Bekasi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi, telah membuat skema pemetaan titik penyekatan guna mengantisipasi pemudik yang nekat melakukan perjalanan keluar daerah di masa pemberlakukan larang mudik sesuai kebijakan pemerintah pusat, untuk menekan penyebaran Covid-19 yang masih terus terjadi.

“Sebagai salah satu jalur berkendara bagi pemudik menuju wilayah Pantura dan sekitarnya, kami telah menyiapkan skema khusus, ya mungkin tidak jauh berbeda untuk titik penyekatan dari sebelumnya. Teknisnya akan bekerjasama dengan TNI-Polri,” ungkap Dadang Ginanjar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, dikonfirmasi Selasa (13/4/2021).

Dikatakan implementasi kebijakan pusat di daerah terkait pelarangan mudik, Pemkot Bekasi akan mempersiapkan titik penyekatan pada akses jalan utama dan di perbatasan berkoordinasi dengan jajaran TNI-Polri. Ketika larangan ini berlakukan, maka sudah disiapkan rencana operasinya.

“Dishub membuat rencana operasinya. Ini kami akan berkoordinasi dengan jajaran Satlantas Polres Metro Bekasi Kota,” ucap Dadang Ginanjar.

Menurutnya ada beberapa titik perbatasan dilakukan penyekatan didukung kesiapan personel di lapangan. Para personel akan mengecek kepemilikan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi pengendara yang diduga akan melakukan aktivitas mudik.

Skema rencana operasi yang dilaksanakan Dishub Kota Bekasi, dilaksanakan di perbatasan DKI Jakarta di Harapan Indah, Sumber Arta, atau semua jalur tujuan mudik ke Pantura yang melintas Kota Bekasi.

“Juga di arah Bogor di Bantargebang dan exit tol dilakukan penyekatan. Ini kita persiapkan personil siaga 24 jam, seandainya ini serentak diberlakukan,” tandasnya.

Diinformasikan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Dalam aturan ini terdapat larangan operasional kendaraan sejak 6-17 Mei 2021 atau libur lebaran. Permenhub ini diterbitkan untuk menindaklanjuti terbitnya Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Idulfitri dan Upaya Pengendalian Covid-19 Selama Bulan Ramadan.

Pengendalian transportasi dilakukan melalui larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi penumpang untuk semua moda transportasi yaitu moda darat, laut, udara dan perkeretaapian.

Angkutan yang dilarang pada masa pemberlakuan aturan ini yaitu kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dan jenis mobil penumpang, mobil bus dan kendaraan bermotor, serta kapal angkutan sungai, danau, dan penyeberangan.

Selain itu, masih ada lagi kendaraan yang diizinkan beroperasi selama larangan mudik 2021. Pengecualian terhadap aturan ini diberlakukan untuk penumpang yang memenuhi kriteria khusus seperti perjalanan dinas, bekerja, kondisi mendesak seperti melahirkan dan kondisi sakit.

Pengecualian diberlakukan bagi masyarakat dengan kepentingan tertentu seperti bekerja atau perjalanan dinas untuk ASN, Pegawai BUMN, Pegawai BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi dengan surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinannya, kunjungan keluarga yang sakit, kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia, ibu hamil dengan satu orang pendamping, kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping, pelayanan kesehatan yang darurat

Pengecualian kendaraan diberlakukan bagi kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI, kendaraan dinas operasional, berplat dinas, TNI, Polri, dan kendaraan dinas operasional petugas jalan tol, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans dan mobil jenazah, serta mobil barang dengan tidak membawa penumpang, kendaraan yang digunakan untuk pelayanan kesehatan setempat seperti ibu hamil dan anggota keluarga intinya yang akan mendampingi, kendaraan yang mengangkut pekerja migran Indonesia, warga negara Indonesia dan mahasiswa pelajar di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus dari pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengawasan di lapangan akan dilakukan Polri dibantu TNI, Kemenhub, dan dinas perhubungan (dishub) di daerah, untuk kendaraan bermotor umum dan kendaraan bermotor perseorangan.

Lihat juga...