Pemuda Babel Diharapkan Aktif Lestarikan Lingkungan

PANGKALPINANG  – Kelompok Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mendorong para pemuda di daerah itu agar semakin berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan, sekaligus mewujudkan “Indonesia Bebas Sampah 2030”.

“Selama ini kami telah melakukan beberapa kali kampanye dan pendampingan langsung kepada para pemuda di beberapa lokasi agar semakin peduli lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah,” kata Koordinator Pepelingasih Babel, Orie Fachridho Hermawan, di Pangkalpinang, Kamis.

Selain turun langsung ke lapangan, kata dia, sosialisasi, pelatihan dan pembekalan kepada sejumlah kelompok pemuda juga terus dilakukan sebagai bentuk gerakan agar masyarakat semakin peduli lingkungan.

Salah satu yang dilakukan Pepelingasih Babel bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Babel pada Kamis (8/4) ini menggelar pembekalan kepada para Duta Pepelingasih Babel 2021 dengan tema “Save the environment starting from your own action” yang digelar di BLKI Babel.

Kegiatan pembekalan digelar para alumni Pepelingasih Babel selama dua hari, diikuti 14 peserta perwakilan tujuh kabupaten dan kota yang ada di Babel itu sebagai salah satu upaya untuk membangun kesamaan pandang, persepsi dan langkah yang akan dikembangkan untuk pelestarian lingkungan.

“Dalam kesempatan itu kami juga memadukan keinginan berbagai pihak terhadap kualitas lingkungan hidup yang baik dan bernilai, baik itu daerah aliran sungai, hutan, bekas tambang, pesisir dan laut serta pengelolaan sampah,” katanya.

Kesamaan sudut pandang ini penting dilakukan guna memudahkan langkah meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya, yaitu dengan mengembangkan, melaksanakan upaya pengurangan, penanganan, pemanfaatan dan tata pengelolaan sampah.

Dalam kesempatan itu, Orie mengingatkan Pepelingasih Babel harus menjadi bagian dari keadilan global upaya pelestarian ekosistem lautan dan daratan, khususnya hutan, kewirausahaan, pengelolaan sampah dan penanggulangan bencana.

“Kami juga mendorong para pemuda, khususnya yang tergabung dalam Pepelingasih, agar menjadi pelopor gaya hidup ramah lingkungan dengan pengurangan penggunaan plastik. Langkah kecil ini akan sangat membantu peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan sosial,” katanya.

Menurut dia, pembangunan kepemudaan dan lingkungan hidup harus diperjuangkan melalui gerakan bersama untuk kepentingan publik dan politik, demi Indonesia Bebas Sampah 2030.

Pembekalan duta Pepelingasih tingkat Babel diberikan kepada pemuda aktif pegiat dan peduli lingkungan yang masuk dalam komunitas atau kelompok pemuda dari kabupaten dan kota yang memiliki kegiatan pelestarian lingkungan, pemilahan sampah, pengelolaan sampah, dan kegiatan lain yang berbasis ramah lingkungan.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda Diskepora Provinsi Bangka Belitung, Ferdiyan Hermawan Loebis, mengapresiasi kegiatan yang diikuti para pemuda pilihan yang lolos seleksi di tingkat kabupaten dan kota.

“Kami berharap mereka semakin fokus pada perbaikan dan pelestarian lingkungan dan memiliki keterampilan dalam memanfaatkan limbah, mendaur ulang sampah menjadi barang tepat guna dan lainnya,” kata Ferdiyan.

Melalui kegiatan berkelanjutan itu diharapkan mampu mencetak pemuda hebat bidang pelestarian lingkungan hidup yang akan membawa perubahan positif di daerah masing-masing. (Ant)

Lihat juga...