Pengelolaan Situ Rawa Gede Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengingatkan agar pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR melakukan langkah-langkah terkait pemeliharaan aset di wilayah setempat, salah satunya seperti lokasi wisata Situ Rawa Gede, di Bojong Menteng, Rawalumbu.

“Situ Rawa Gede yang saat ini dikelola oleh Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan (KPPL) dan dijadikan destinasi wisata alam di Kota Bekasi, merupakan aset dari Kementerian PUPR. Harusnya pusat juga ikut merawat dengan melakukan normalisasi dan retaining wall  agar tidak terjadi abrasi,” ungkap Tri Adhianto, saat membuka Festival Situ Rawa Gede sebagai ajang promosi tempat wisata yang ada di Kota Bekasi, Rabu (7/4/2021).

Dikatakan, Situ Rawa Gede dibangun KPPL dari nol. Awalnya, adalah lokasi sampah liar yang diangkut secara bertahap oleh Pemkot Bekasi untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Saat ini,  sudah menjadi salah satu destinasi wisata alam yang cukup ramai dikunjungi, setiap akhir pekan.

Diketahui, Festival Situ Rawa Gede merupakan salah satu rangkaian acara HUT Kota Bekasi yang ke-24 dan masuk ke dalam Calendar of Event Jabar 2021. Pelaksanaan acara ini tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada serta panitia menyiapkan rapid antigen bagi tamu yang hadir secara langsung.

“Proses perjalanan merawat Situ Rawa Gede merupakan bagian dari salah satu visi wisata dan budaya termasuk di dalamnya lingkungan hidup. Hal ini dapat meningkatkan kunjungan destinasi wisata yang ada di Kota Bekasi,” ujar Tri Adhianto.

Proses pengelolaan kebersihan Situ Rawa Gede, misalnya, dulu banyak sampah botol plastik dan limbah, ditata hingga menjadi tempat destinasi yang layak dikunjungi seperti sekarang.

“Maka dari itu kebersihan dan pengelolaan yang ada di tempat wisata ini harus terus ditingkatkan. Mengingat hal ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dan Pemerintah Kota sebagai pengelola,” tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Teddy Hafni, menambahkan, bahwa kegiatan dalam Festival Situ Rawa Gede terlaksana untuk membangkitkan pariwisata di wilayah Kota Bekasi yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwsata dan Kebudayaan, Teddy Hafni, dijumpai di acara Festival Situ Rawa Gede, Rabu (7/4/2021) – Foto: Muhammad Amin

Ia berharap melalui kegiatan tersebut mampu memberi dampak positif bagi dunia wisata di wilayah Kota Patriot.

“Ini juga sebagai ajang pariwisata dan kebudayaan. Melalui festival ini beberapa budaya yang dimiliki  Kota Bekasi tampil dan disiarkan secara langsung melalui kanal youtube. Kegiatan sengaja dilaksanakan di Situ Rawa Gede karena menjadi salah satu andalan destinasi wisata alam di Kota Bekasi,” tukasnya.

Sementara itu, pengelola Situ Rawa Gede, Krisda, mengakui, sejak diperbolehkannya kawasan wisata dibuka, tingkat kunjungan setiap akhir pekan penuh, bahkan meningkat 300 persen. Saat ini, banyak arena baru tersedia di lokasi Situ Rawa Gede, terutama untuk lokasi spot foto.

“Bahkan saat ini sudah ada saung di darat dan di danau dengan kapasitas mampu menampung seratus orang. Jadi, pengunjung diharapkan tidak perlu membawa makanan dari luar. Untuk menikmati suasana alam di Situ Rawa Gede juga  tersedia aneka makanan murah serta menggugah selera,” jelasnya.

Lihat juga...