Pengungsi Banjir Bandang Flotim Tidur di Lantai

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Sebanyak 178 pengungsi  banjir bandang yang menetap di Posko Pengungsi Sekolah MAN Flores Timur di Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tidur di lantai.

“Sejak minggu subuh saat banjir bandang terjadi warga mulai berlari ke sekolah ini karena letaknya di ketinggian,” sebut Siti Aminah, petugas Posko Pengungsian MAN Flores Timur, saat ditemui di lokasi pengungsian, Senin (5/4/2021).

Siti menyebutkan akibat warga mulai mengungsi maka pagi harinya pihaknya mulai berkoordinasi bersama beberapa komunitas dan mulai membuka posko.

Petugas di Posko MAN Dlores Timur, Siti Aminah saat ditemui di posko, Senin (5/4/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia mengakui, jumlah pengungsi berasal dari Waiburak dan Kelurahan Waiwerang dan hingga malam ini, Senin (5/4) jumlah pengungsi telah mencapai 178 orang.

“Kami mendapat bantuan sembako dari warga sekitar yang peduli serta dari berbagai komunitas yang ada di Adonara. Pengungsi masih tidur di lantai karena belum ada bantuan kasur, ” ujarnya.

Bantuan makanan dan minuman, menurut Siti, untuk sementara mencukupi karena banyak yang mengirim bantuan bahan makanan dan makanan siap saji.

Sementara itu koordinator Pokso MAN Flores Timur, Pion Ratuloly mengatakan, poskonya dikelola oleh relawan dari Pramuka Kecamatan Adonara Timur, komumitas OI (Orang Indonesia) dan MAN Flores Timur.

Pion menambahkan, poskonya mendapat donasi dari Dompet Dhuafa dan di Adonara Timur terdapat 4 posko pengungsi selain posko MAN Flores Timur  ada juga di SDI Waiwerang, Pondok Wahidiyah dan Kantor Desa Lamahala Jaya.

“Total pengungsi di keempat posko sebanyak 525 orang.Hingga saat ini posko kami banyak mendapatkan bantuan logistik dari masyarakat dan komunitas yang peduli,” ucapnya.

Pion mengakui poskonya masih membutuhkan bantuan obat-obatan serta kasur, bantal dan beberapa pakaian terutama buat bayi dan balita.

Ia menyebut, sampai saat ini bantuan dari pemerintah belum diterima bahkan pihak Kecamatan Adonara Timur pun belum mengirimkan personelnya untuk membantu dan mendata pengungsi.

Lihat juga...