Lebaran CDN

Pengungsi di Posko MAN Flores Timur Butuhkan Alat Salat

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Para pengungsi banjir bandang Adonara yang menempati berbagai posko pengungsian terutama empat posko pengungsian, yakni SD Inpres Waiwerang, Posko Ayo, Posko Kantor Desa Lamahala Jaya dan Posko MAN Flores Timur masih kekurangan perlengkapan salat.

“Para pengungsi masih kekurangan perlengkapan salat sebab mereka mengungsi hanya dengan pakaian di badan dan harta benda mereka terbawa banjir bandang,” kata Muhammad Saleh Kadir, Ketua Posko Pengungsi MAN Flores Timur, di Desa Lahamala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, saat ditemui, Jumat (16/4/2021).

Pion sapaannya mengatakan, pengungsi di Posko MAN Flores Timur bercampur ada yang beragama Katolik dan ada yang muslim yang terdiri dari anak-anak sampai lansia.

Dia menyebutkan, ada beberapa bantuan pakaian, sembako dan perlengkapan tidur serta berbagai bantuan yang telah diterima dari berbagai pihak yang mengantarkan langsung ke posko.

“Memang ada banyak bantuan yang telah kami terima namun kami masih kekurangan perlengkapan salat bagi umat muslim. Apalagi saat ini bulan suci Ramadan sehingga pengungsi pun menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Hamdani salah seorang pengungsi yang ditemui di Kelurahan Waiwerang Kota yang mengaku sangat kesulitan mendapatkan perlengkapan salat seperti sajadah, kopiah dan pakaian.

Hamdani menyebutkan, semua pakaian dan perabot rumah tangganya terbawa banjir bandang dan ada yang tergenang lumpur termasuk rumahnya yang mengalami kerusakan.

“Kami warga muslim berharap mendapatkan bantuan perlengkapan salat dan pakaian agar kami bisa menjalankan ibadah dengan baik selama bulan puasa meskipun dilanda bencana banjir bandang,” ujarnya.

Maimunah Saro, pengungsi di Pokso MAN Flores Timur pun mengaku tidak bisa membawa pakaian termasuk perlengkapan salat sehingga para pengungsi hanya mengharapkan bantuan dari warga dan donatur yang peduli.

Maimunah menyebutkan tetap menjalankan ibadah puasa selama berada di lokasi pengungsi meskipun rumah dan tempat usahanya beserta isinya rusak terkena bencana banjir bandang.

“Meskipun sedang mengalami musibah kami tetap menjalankan ibadah puasa di lokasi pengungsian. Kita bersyukur segala kebutuhan terutama makanan dan minuman terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Lihat juga...