Lebaran CDN

Penjual Sisik Tenggiling di Pasaman Ditangkap Aparat

JAKARTA – Aparat Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatra dan Kepolisian Resor Pasaman, menangkap dan menahan dua orang yang diduga memperjualbelikan sisik tenggiling dan paruh rangkong di Pasaman, Sumatra Barat.

Menurut siaran pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Selasa, operasi penangkapan RAL (59) dan JAN (44) dimulai setelah aparat Balai Penegakan Hukum dan Kepolisian menerima informasi dari masyarakat mengenai penjualan bagian tubuh satwa dilindungi itu.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sustyo Iriyono, mengatakan petugas menangkap RAL pada Rabu (14/4) siang.

Dari hasil pemeriksaan terhadap RAL, petugas mengetahui sisik tenggiling dan paruh rangkong yang diperjualbelikan milik JAN, sehingga mereka kemudian menjemput JAN secara paksa dan menahannya di Markas Polres Pasaman.

Selain menangkap dan menahan RAL dan JAN, petugas mengamankan barang bukti berupa 35 kg sisik tenggiling dan tiga paruh rangkong.

Kedua orang yang kedapatan memperdagangkan bagian tubuh satwa dilindungi itu akan dijerat Pasal 40 Ayat 2 Jo Pasal 21 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Mereka menghadapi ancaman hukuman  penjara maksimum lima tahun dan denda maksimum Rp100 juta.

Sustyo mengatakan, kejahatan perdagangan dan perburuan tumbuhan dan satwa liar marak pada 2021.

“Kami telah melakukan 13 operasi yang melibatkan ribuan satwa di Provinsi Jawa Tengah, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri, Pipit Rismanto, mengatakan bahwa kepolisian dan KLHK bekerja sama dalam memberantas kejahatan perdagangan dan perburuan tumbuhan dan satwa liar.

“Bersama KLHK, kami akan mengejar jaringan perdagangan dan penyelundupan tumbuhan dan satwa liar sampai tuntas di seluruh Indonesia,” katanya. (Ant)

Lihat juga...